Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Balinese

Pura Tamba Waras; Pura dengan Sebutan Apotik Niskala

09 Desember 2019, 13: 11: 14 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pura Tamba Waras; Pura dengan Sebutan Apotik Niskala

APOTIK NISKALA: Pura Tamba Waras sebagai salah satu dari Catur Angga Pura Luhur Batukaru yang hingga kini sudah menghasilkan lebih dari 40 jenis obat. (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Dari namanya, Pura Tamba Waras memang unik dibanding pura lainnya di Bali. Dari nama dan keyakinan atas pura itu pula, yang membuat pura ini dikenal dengan sebutan Apotik Niskala.

Berdiri di wilayah Banjar Sangketan, Desa Sangketan, Tabanan, Bali, Pura Tamba Waras memang tidak begitu sulit dicari. Cukup berpatokan pada petunjuk jalan yang tersedia, pura yang menjadi bagian Catur Angga Pura Luhur Batukaru itu pastinya bisa ditemukan. Tapi yang cukup diwaspadai, kondisi jalan menuju Pura Tamba Waras yang banyak “terukir”, alias banyak mengalami kerusakan.

Humas Pura Luhur Tamba Waras, I Nyoman Widana saat diwawancarai 2016 silam menuturkan, sebutan Apotik Niskala pada pura tersebut, sebenarnya tak hanya terkait banyaknya tanaman oba. Jenis tanaman yang diyakini bisa mengobati segala macam penyakit yang tumbuh di pura itu. Tapi sebutan itu juga terkait dengan cerita turun-temurun, atas kenapa pura tersebut dibangun, termasuk nama Tamba yang berarti obat yang melekat pada pura itu.

“Sebenarnya tidak ada yang tahu pasti kapan Pura Tamba Waras ini dibangun pertama kali. Hanya menurut cerita turun-temurun, pura ini sudah dibangun sejak tahun 1200an. Dan cerita yang beredar di masyarakat saat ini, pura ini dibangun pada masa kerajaan Tabanan,” ucapnya mengawali ceritanya.

Diungkapkan, jika raja yang memerintah Tabanan saat itu menderita sakit keras dan tidak kunjung sembuh. Banyak obat dan orang sakti sudah mencoba menyembuhkan sang raja. Namun sakit sang raja tetap tidak bisa disembuhkan. Hingga raja tersebut mendapatkan pawuwus yang mengatakan, ketika sang raja tersebut melihat asap mengepul menuju langit dari kaki Gunung Batukaru. Maka di sana tempat obat yang bisa menyembuhkan dirinya bisa ditemukan.

Dan benar saja, suatu hari raja tersebut menyaksikan kepulan asap dari kaki Gunung Batukaru yang menuju langit. Setelah dicari, ternyata sumber asap itu berasal dari sebuah titik di dalam hutan, sebuah areal yang ditumbuhi banyak tanaman obat. Tanaman obat tersebut kemudian diambilnya, diracik menjadi obat. Hingga akhirnya raja tersebut sembuh dan kembali sehat.

“Maka sebagai wujud syukur dan terima kasih, raja itu memerintahkan prajuritnya untuk membangun sebuah pura di lokasi penemuan obat tersebut, dan kini pura itu dikenal sebagai Pura Tamba Waras. Tamba sendiri berarti obat,” terangnya.

Widana menambahkan, hingga saat ini sudah lebih dari 40 jenis obat yang dibuat di Pura Tamba Waras. Pembuatan obat itu dilakukan di Bale Asep, bale yang berbalut kain merah dan berfungsi sebagai tempat memasak obat. Salah satu obat yang berhasil dibuat yakni Tamba Juuk Linglang, yang ditemukan pada 2005, ketika Pura Tamba Warasa melangsungkan Karya Ngeteg Linggih.

“Ketika itu di Bale Gong pura, seorang serati banten secara kebetulan menemukan buah juuk (Jeruk, Red). Karena tidak tahu, serati banten itu kemudian membelah jeruk tersebut. Tapi jeruk itu malah mengeluarkan api,” ucapnya.

Tidak itu saja, serati banten tersebut juga kerauhan. Setelah ditanyakan ke orang pintar, ternyata jeruk tersebut tidak boleh dimakan. Namun jeruk itu harus digunakan menjadi obat di Pura Tamba Waras. “Juuk Linglang itu akhirnya dicampur dengan buah, tumbuhan dan minyak yang ditemukan di sekitar Pura Tamba Waras. Akhirnya menjadi obat yang saat itu diletakkan di Gedong Simpen,” terangnya.

Selain Tamba Juuk Linglang, ada juga Tamba Manik Sekecap, obat yang terbuat dari madu lebah, yang membuat sarang di Gedong Simpen Pura Tamba Waras. Ada juga Tamba Lungsir Pancawarna, yang terbuat dari lima buah Lungsir lima warna. Lungsir itu ditemukan Jero Mangku Pura Gunung Salak, Bogor di dalam daksina. “Jadi totalnya sudah sekitar 40 tamba yang dibuat di Pura Tamba Waras,” imbuhnya.

“Tidak hanya itu, pada Beji Batu Coblong, para pemedek juga bisa memohon tamba, untuk kesembuhan penyakit mata. Kemudian ada Pelinggih Bawi, di pelinggih ini bisa nunas tirta untuk ternak,” tambahnya.

Atas hal tersebut, tak heran Pura Tamba Waras dijuluki Apotik Niskala. Terlebih di areal Pura Tamba Waras banyak tumbuh berbagai jenis tanaman yang bisa digunakan menjadi obat. Sebut saja tanaman Temen Selem, Kepasilan dan lainnya, yang semuanya tumbuh dengan sendirinya. Tidak itu saja, instansi kesehatan dan instansi terkait lainnya, juga disebutkan sering kali bersembahyang ke Pura Tamba Waras yang merupakan Pura Kahyangan Jagat itu.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia