Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Depresi, Loncat ke Sungai Pakerisan, Buruh Bangunan Tewas

09 Desember 2019, 19: 26: 24 WIB | editor : Nyoman Suarna

Depresi, Loncat ke Sungai Pakerisan, Buruh Bangunan Tewas

MENONTON : Warga menonton proses evakuasi mayat Muslih di Sungai Pakerisan dari atas jembatan Perbatasan Margasengkala, Bedulu, Blahbatuh, Gianyar dengan Kelurahan Bitera, Gianyar, Senin (9/12). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Buruh bangunan  Muslih, 37, beralamat di Desa Tengah, Kecamatan Keramat Jati, DKI Jakarta, Jakarta Timur ditemukan tewas di Sungai Pakerisan, Senin (9/12). Diduga karena depresi, korban nekat meloncat ke  jembatan perbatasan antara Margasengkala, Desa Bedulu, Blahbatuh dengan Bitera, Gianyar. 

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, keberadaan korban pertama kali diketahui saksi Dewa Arimbawa yang hendak mengecek tempat mancing dari atas jembatan.  Ketika Dewa Arimbawa melihat ke bawah, ia melihat sosok mayat. Selanjutnya ia bersama kakaknya  Dewa Segara mengecek kembali dari atas jembatan untuk memastikan bahwa di bawah jembatan ada sosok mayat, kemudian  melapor kepada polisi.

Tidak lama kemudian pihak kepolisian, TNI, petugas BPBD Gianyar dan PMI Gianyar datang ke TKP. Setelah dicek, memang benar di Sungai Pakerisan terdapat sosok mayat di atas batu.

Mayat Muslih kemudian dievakuasi oleh petugas BPBD Gianyar  bersama petugas PMI Gianyar, sekitar pukul 15.30. Selanjutnya dibawa ke kamar jenazah RS Sanjiwani Gianyar.

Keluarga korban, Eka asal Situbondo, Banyuwangi,Jawa Timur ditemui di RSUD Sanjiwani Gianyar, mengutif  keterangan istri korban, Olimah, menyebutkan bahwa  Muslih belakangan ini mengeluhkan sakit dan tidak enak badan, dan dikatakan sering ngomel tidak karuan. 

Sedangkan Anang, kepala tukang tempat korban bekerja di proyek pembangunan sekolah MI Madrasah,Semabaung, mengakui bahwa selama ini Muslih bekerja di tempat tersebut. Namun, sejak tiga hari belakangan ini, Muslih tidak bekerja. 

Selama bekerja Muslih sering berbicara sendiri. "Dia sering bilang ampun ampun," ujar Anang menirukan keluhan Muslih.  Namun informasi di lapangan menyebutkan bahwa Muslih selama ini menderita ambayen. 

Kapolsek Blahbatuh AKP Yoga Widiatmoko saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dari keterangan saksi dan keluarga korban, menyebutkan, korban diduga mengalami gangguan jiwa. Korban diperkirakan meninggal dunia dengan cara bunuh diri, meloncat dari atas jembatan ke dasar sungai dengan ketinggian mencapai 20 meter. "Pihak keluarga korban sudah menerima kepergian korban dan menganggap ini sebagai musibah," terang AKP Widiatmoko.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia