Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Belum Setahun, Gedung Pasar Badung sudah Jebol

09 Desember 2019, 19: 45: 39 WIB | editor : Nyoman Suarna

Belum Setahun, Gedung Pasar Badung sudah Jebol

JEBOL : Salah satu bagian struktur bangunan Pasar Badung yang sudah jebol. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Belum genap setahun, Gedung Pasar Badung yang diresmikan Presiden Jokowi pada 22 maret 2019 lalu sudah mulai rusak dan jebol di salah satu bagian.

Hal ini terungkap saat Komisi III DPRD Kota Denpasar melakukan inspeksi ke Pasar Badung, Senin (9/12). Inspeksi tersebut untuk memastikan kondisi bangunan Pasar Badung jelang dihibahkan kepada Perumda Pasar Sewakadarma. Inspeksi  yang dipimpin Ketua Komisi III, Ir. Eko Supriadi beserta anggota komisi III ini, diterima Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma (PD Pasar), IB. Kompyang Wiranata bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) I Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta.

Saat inspeksi, rombongan komisi III langsung menelisik sejumlah sudut bangunan Pasar Badung. Eko Supriadi yang memimpin inspeksi, terkejut melihat beberapa sudut/bagian konstruksi gedung Pasar Badung mengalami kerusakan, bahkan sisi baratnya jebol.

Eko Supriadi mengatakan, sudah mewanti-wanti sejak awal bahwa pembangunan Pasar Badung sebagai pasar tradisional yang berkonsep modern, kualitasnya belum sesuai. 

"Kami sudah wanti-wanti dari awal pembangunan. Bahkan tahap pertama juga sudah tidak beres. Kami harap pihak rekanan yang saat ini masih memiliki waktu pemeliharaan, harus cepat melakukan proses perbaikan," ungkapnya.

Anggota Komisi III, AA. Susruta Ngurah Putra, menekankan, kondisi fisik bangunan Pasar Badung belum sesuai harapan. Terlebih ada bagian-bagian yang jebol.

"Ini harus diteliti secara menyeluruh, apakah kesalahan ada di kontraktornya, perencanaan, atau pengawasan.  Ini cukup berbahaya karena ada struktur yang lepas/jebol," tandas Susruta.

Anggota Komisi III dari Fraksi PDIP, I Nyoman Darsa menilai, pelaksanaan pembangunan tersebut kurang teliti, sehingga balok yang menahan sisi barat bangunan terlepas dari struktur penyangga. Pihaknya menyarankan untuk memperbaiki perencanaan dan teknisnya. Pihaknya juga menginginkan agar PUPR segera melakukan perbaikan.

"Ini pelaksanaannya kurang teliti, karena struktur dengan baloknya itu terlepas. Harusnya saling terkait. Perencanaan dan teknis yang harus diperbaiki. Sebelum dikaji, tolong ada kerjasama dengan kontraktor yang menangani masalah tersebut. Jika tidak dilakukan tindakan, saya khawatir di dalamnya akan semakin rapuh. Jika itu tidak diperhatikan, akan ada retakan lain bahkan makin meluas sehingga membahayakan masyarakat," ungkapnya.

Menyikapi kerusakan Pasar Badung, Kadis PUPR Kota Denpasar I Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta menyampaikan, pada masa pemeliharaan yang akan berakhir 28 Desember ini, kerusakan akan diperbaiki. Baik perbaikan kecil, besar, maupun kajian teknisnya untuk mengetahui kerusakannya di struktur utama atau struktur tempelan.

"Kami akan mengkoordinasikannya dengan kontraktor pelaksana, pengawas, karena faktor keamanan struktur dan konstruksi bangunan adalah paling utama," jelas Jimmy.

Perwakilan CV. Nindya Karya selaku kontraktor pelaksana juga sepakat melakukan kajian bersama. Pihaknya pun bersedia memperbaiki kerusakan yang terjadi. "Masa pemeliharaan ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya," terangnya.

(bx/bay/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia