Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Sidak ODOL tak Optimal, Banyak Truk Overload Masuk Bali

09 Desember 2019, 20: 34: 40 WIB | editor : Nyoman Suarna

Sidak ODOL tak Optimal, Banyak Truk Overload Masuk Bali

SIDAK : Petugas gabungan memeriksa truk di Jalur Denpasar-Gilimanuk, Senin (9/12). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Guna mengantisipasi adanya kendaraan dengan muatan berlebihan melintas di Jalur Denpasar-Gilimanuk, khususnya memasuki Kabupaten Tabanan, Satlantas Polres Tabanan, Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Provinsi Bali/NTB menggelar operasi Over Demensi Over Load (ODOL) di depan Pertamina Pantai Selabih, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Senin (9/12).

Namun sidak ODOL itu dirasa tak optimal lantaran banyak truk yang kelebihan muatan tetap melintas karena sudah mengantongi tilang dari Jembatan Timbang di Pasuruan.

Seperti diketahui, jalur tengkorak menjadi langganan kecelakaan lalu lintas dan kemacetan dengan penyebab paling banyak adalah karena kendaraan besar yang melintas mengangkut muatan secara berlebihan. Kendaraan utamanya truk pun tak kuat menanjak, mogok hingga terguling. Bahkan tak sedikit yang menelan korban jiwa.

Dalam sidak yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wita tersebut, sejatinya tidak ada yang spesial. Sidak dilakukan seperti halnya pemeriksaan tilang biasa. Namun yang membuat geleng-geleng kepala adalah sebagian besar truk yang membawa muatan sudah mengantongi surat tilang baik itu dari Jawa maupun jembatan timbang di Cekik, Jembrana karena membawa muatan melebihi kapasitas.

Kasat Lantas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Putu Willa Indrayani menjelaskan, sidak gabungan tersebut khusus menyasar truk-truk besar yang melintas di Jalur Denpasar-Gilimanuk. Dimana tujuannya adalah melakukan pengecekan terhadap muatan yang dibawa untuk mengantisipasi kelebihan muatan yang dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan mogok. "Sidak gabungan ini kita lakukan selama dua hari. hari pertama di Pantai Selabih dan hari kedua kita lakukan besok (Selasa,Red) di seputaran Kota Tabanan," ungkapnya.

Terlebih Kabupatan Tabanan dilintasi jalur Denpasar-Gilimanuk yang panjang sehingga rawan akan kecelakaan dan kemacetan. Umumnya kendaraan bermuatan lebih akan mengalami patah as panjang dan pendek sehingga menyebabkan kendaan mogok terutama di jalur memasuki Banjar Lumajang, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Sehingga dengan adanya sidak gabungan ODOL ini, pihaknya berharap para pengusaha dapat mengetahui dampak yang disebabkan apabila truk-truk tersebut dipaksakan membawa muatan melebihi kapasitas. "Ini memang baru pertama kali dilaksanakan. Kami ambil moment akhir tahun, tetapi ini bukan formalitas karena tahun berikutnya sidak akan lebih sering dilakukan," kilahnya.

Dengan melibatkan personel gabungan sebanyak 40 orang, ia menambahkan, Satlantas Polres Tabanan dalam sidak tersebut  melakukan pemeriksaan terhadap kelayakan kendaraan dan administrasi kendaraan, sedangkan Dinas Perhubungan melakukan pemeriksaan terhadap KIR dan izin angkut. "Kami melakukan pemeriksaan kelayakan dan administrasi sesuai Pasal 277 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang kondisi kendaraan dan masa ukur kendaraan dengan sanksi denda hingga Rp 25 juta," imbuhnya.

Dalam sidak tersebut didapatkan banyak kendaraan yang uji KIR atau batas uji berkalanya mati sebanyak 10 pelanggar. Serta deminsi muatan (muatan melebihi tinggi dan panjang pak truk) sebanyak 1 pelanggar. Dimana rumusnya adalah 1,7 x lebar bak maksimal tinggi 4,2 meter, dan panjang bak dari depan lampu sampai belakang bak maksimal 12 meter. Ada pula yang bak truknya dimodifikasi. Di samping itu juga dilakukan pengecekan ban depan dan belakang yang ditimbang menggunakan alat Axle Load Meter. Tilang dari kendaraan sebanyak 41, SIM 12, STNK 7, Headset 8, sabuk pengaman 13, dan teknis ban kecil 1 pelanggar, dengan total jumlah yang diperiksa sebanyak 80 kendaraan.

Sementara itu, Korwas PPNS Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Provinsi Bali/NTB, I Made Dwijati Arya Negara mengatakan, melalui Jembatan Timbang Cekik pihaknya telah melakukan ODOL dengan toleransi muatan besi dan semen 40 persen dari JBI dan sembako 50 persen sesuai surat edaran dari pusat. "Tahun depan kami akan betul-betul perang terhadap kendaraan dengan muatan berlebih, dengan pelaksanaan ODOL yang lebih sering," tegasnya.

Di samping itu, kata dia, proses pemeriksaan kendaraan di Jembatan Timbang Cekik dilakukan selama 24 jam penuh. Meskipun alat portabel sempat rusak selama dua bulan, menurutnya, kini alat tersebut sudah aktif kembali untuk memeriksa kendaraan. "Kami di Cekik hanya pakai satu alat yang sebelah kanan yang masuk ke Bali. Lalu yang keluar Bali, masih rusak," ujarnya.

Kendatipun demikian, saat ini Jembatan Timbang Cekik juga sudah dipasang alat sensor, dimana Cekik menjadi percontohan dan Jawa Barat. Namun, kata dia, sebagian besar truk sudah ditimbang di Pasuruan sehingga para sopir truk sudah membawa surat tilangan dari Jawa. Maka dari itu, ke depannya sidak ODOL akan lebih sering lagi dilakukan tidak hanya di Kabupaten yang dilintasi jalur nasional, tetapi juga seluruh Kabupaten/Kota di Bali.

Adapun cara kerja alat portabel tersebut adalah dengan mengukur berat ban kendaraan kemudian dijumlahkan untuk memperoleh jumlah berat kendaraan beserta berat kosong dan muatan. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Dharma Utama mengatakan, sidak dilakukan juga untuk memastikan kelancaran lalu lintas, khususnya mobilitas angkutan barang pada Natal dan Tahun Baru. "Sehingga dengan sidak ODOL ini, harapan kami dapat menciptakan ketertiban berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan serta kemacetan," tegasnya.

Salah satu sopir yang melintas Putu Murdika, warga Banjar Cempaka, Desa Payangan, Kecamatan Pekutatan,  Negara, mengaku hendak membawa muatan pupuk ke Badung. Ia pun lolos dari pemeriksaan karena muatannya tidak melebihi kapasitas.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia