Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Polresta Denpasar Bongkar 7 Kg Ganja untuk Stok Tahun Baru

09 Desember 2019, 21: 15: 22 WIB | editor : Nyoman Suarna

Polresta Denpasar Bongkar 7 Kg Ganja untuk Stok Tahun Baru

STOK TAHUN BARU: Satresnarkoba Polresta Denpasar mengungkap ganja seberat 7,595 kg untuk diedarkan menjelang Tahun Baru. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Tahun baru segera tiba. Biasanya pada sibuk memesan ikan untuk dipanggang rame – rame. Tahun Baru juga menjadi hari yang ditunggu para pengedar narkoba. Bahkan mereka mempersiapkan stok narkoba mulai saat ini, untuk diedarkan saat malam Tahun Baru 2020.

Banyaknya pesta yang dilakukan oleh para pengguna, menjadi pasar basah bagi para bandar dan pengedar barang haram tersebut. Seperti ganja yang berhasil diungkap Satuan Reserse Narkoba (Sateresnarkoba) Polresta Denpasar. Ganja seberat 7,595 kg merupakan stok yang siap diedarkan oleh pengedar ganja di kota Denpasar.

Erfin, 26, pria asal Banyuwangi, ditangkap Satreskorba Denpasar yang di-back-up Satgas CTOC , Rabu (4/12) pukul 16.30 di Jalan Plawa, Denpasar.

Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddy Setiawan mengungkapkan, ganja tersebut merupakan stok untuk Tahun Baru. "Ganja ini distok oleh tersangka untuk perayaan Tahun Baru, diedarkan oleh tersangka menjelang Tahun Baru," ungkap Kombespol Ruddy.

Modus yang digunakan tersangka Erfin dengan mengambil tempelan di beberapa tempat. "Dia masuk lewat jalur darat dari Banyuwangi. Ini merupakan jaringan Banyuwangi - Denpasar," jelas Kombespol Ruddy.

Ganja seberat 7 kg lebih tersebut belum sempat diedarkan oleh tersangka di Kota Denpasar. Tersangka menyimpan barang haram tersebut di 3 kos berbeda yang disewa tersangka. "Pelaku menyimpan di tiga tempat kos, di antaranya Jalan Plawa Gang Beji Seminyak, Jalan Plawa Gang Melati Seminyak dan Jalan Gunung Andakasa Denpasar," beber Kombespol Ruddy.

Ganja dengan berat fantastis tersebut, dipecah dalam paket dengan jumlah 22 paket dengan berat yang variasi. "Ganja ini terdiri dari 22 paket dalam plastic, berupa daun dan batang," ungkap Kombespol Ruddy.

Pertama kali tersangka diciduk dengan barang bukti di jok motor milik tersangka sebanyak 3 paketl. Setelah itu di salah satu kos ditemukan barang bukti lainnya. "Pertama kami temukan di jok motor tersangka 3 paket kecil, kemudian di TKP kos Denpasar Barat kami temukan 7 kg," ungkap Satreskorba Polresta Denpasar AKP Mikael Hutabarat.

Barang bukti tersebut didapatkan petugas di almari kos-kosan milik tersangka. Tersangka mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang yang tak dikenalnya yang biasa dipanggil Soop. "Ini merupakan jaringan terputus. Pelaku tidak mengenal yang di atasnya. Kami sedang meyelidiki jaringannya," ungkap AKP Mikael.

Tersangka mengaku nekat menjadi pengedar karena kebutuhan ekonomi. "Pelaku mengaku mengedarkan ganja karena faktor ekonomi. Pelaku bekerja sebagai buruh, dan berada di Bali sejak Januari 2019," terang Kombespol Ruddy.

Tersangka juga mengaku menjadi pengedar narkoba sudah satu bulan dan mendapat upah Rp 50 ribu dari setiap paket yang ditempel. "Dia mendapat upah Rp 50 ribu dari setiap tempelan," jelas AKP Mikael.

Pelaku dijerat dengan Pasal 111 (2) UU RI No 35 tahun 2019 tentang narkotika dengan ancaman hingga 20 tahun penjara dan denda mencapai Rp 8 miliar. Kini pelaku harus mendekam di sel Polresta Denpasar dan harus rela menikmati Tahun Baru di balik jeruji besi.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia