Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

PDAM Tabanan Disindir di Facebook, Selama 20 Tahun Sering Mati

09 Desember 2019, 21: 43: 33 WIB | editor : Nyoman Suarna

PDAM Tabanan Disindir di Facebook, Selama 20 Tahun Sering Mati

SIRAM WC : Lewat akun Facebook Mirah Dewi Prabawati menyindir layanan PDAM mati, bahwa air kolam dipakai menyiram WC. (Capture Facebook Mirah Dewi Prabawati)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Pelayanan PDAM Tabanan kembali dikeluhkan pelanggannya. Protes kembali disampaikan melalui media sosial Facebook. Sebuah akun Facebook bernama Mirah Dewi Prabawati mengeluhkan pelayanan PDAM Tabanan yang tak menunjukkan kemajuan sejak 20 tahun.

Pada postingan warga asal Desa Perean Kangin, Baturiti, yang diunggah Senin (9/12), turut diunggah foto kolam hias yang ada di rumahnya. Kemudian ia menuliskan bahwa air di kolam ikan hias itu pernah digunakan untuk menyiram kotoran lantaran air PDAM mati saat buang air besar di rumahnya. Menurut penulis, selama 20 tahun hidup, sering kali air di wilayah itu mati. Waktu matinya pun, kata dia, bervariasi mulai dari pukul 17.00 dan baru hidup pukul 23.00 malam hari. Terkadang matinya air di daerahnya itu sejak pagi hari dan baru hidup siang, kemudian pukul 17.00 kembali mati, bahkan terkadang mati selama satu hari penuh. Sekalinya hidup, air dalam kondisi keruh. Namun yang membuat heran, ketika waktu pembayaran air bakalan hidup selama 24 jam, ketika sudah membayar tagihan, kembali ngadat. 

Di samping itu, menurutnya, petugas PDAM juga rajin melakukan pengecekan ke rumahnya dan saat ditanya kenapa airnya mati, jawabannya selalu sama yakni pipanya bocor.

Terkait hal tersebut, Direktur PDAM Tabanan Ida Bagus Oka Sedana yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, di daerah tersebut memang dua kali mengalami longsor dan membuat jaringan pipa terganggu. Menurutnya, pihaknya juga telah melakukan perbaikan namun lagi-lagi dihantam longsor.

"Sedangkan untuk masa pemulihan longsor memakan waktu yang cukup lama yakni selama sepuluh hari," ujarnya.

Ditambahkannya, pihaknya mencoba mengubah jalur dan akan mencari sumber air lain, karena di daerah itu cuma ada satu saluran air. Sehingga solusinya, tahun depan akan dipindahkan untuk mencari zona lain yang ada di sebelah utara. Bahkan minggu ini pihaknya akan turun untuk melakukan survey lagi.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia