Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Soal Plafon Ambruk, Dewan Cecar Rekanan Proyek SMPN 2 Mengwi

09 Desember 2019, 22: 56: 38 WIB | editor : Nyoman Suarna

Soal Plafon Ambruk, Dewan Cecar Rekanan Proyek SMPN 2 Mengwi

RAPAT: Rapat Komisi IV DPRD Badung dengan Dinas PUPR, Disdikpora, dan penggarap proyek SMPN 2 Mengwi, terkait ambruknya plafon sekolah tersebut, Senin (9/12) di gedung dewan. (HUMAS DPRD BADUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Peristiwa ambruknya plafon SMPN 2 Mengwi akhirnya dibahas dalam rapat Komisi IV DPRD Badung, Senin (9/12). Dewan menghadirkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Disdikpora Badung. Demikian pula PT Undagi Jaya selaku penggarap proyek, pihak konsultan perencana, hingga pengawas.
Dalam rapat tersebut, pihak rekanan menjadi bulan-bulanan dewan dan Dinas PUPR. Sebab ambruknya plafon gedung yang baru berumur dua tahun itu membuktikan ada yang tak beres. Dewan pun menyayangkan proyek senilai Rp 29 miliar tersebut. "Robohnya plafon menandakan proyek bermasalah," ungkap Nyoman Gede Wiradana, wakil ketua I Komisi IV DPRD Badung.
Pihaknya meminta satu per satu pihak yang terkait proyek itu membeberkan penyebab dan upaya yang telah dilakukan. Pasalnya, meski sudah ada perbaikan, masih ada keraguan terkait kalayakan gedung. “Kami ingin tahu antisipasi. Karena jangan sampai sekarang roboh diperbaiki, besok roboh lagi,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kadis PUPR IB Surya Suamba mengaku ikut was-was dengan kejadian tersebut. Namun, pihaknya sudah memerintahkan rekanan untuk mengevaluasi kembali bangunan itu secara keseluruhan.
Pihaknya sudah melakukan kajian. Penyebab ambruknya plafon disebabkan pengikat plafon atau hollow tidak kuat. Pihaknya juga sudah mengganti plafon gipsum dengan plafon berbahan kayu semen, sehingga lebih kuat. “Jujur, di sini ada kesalahan SOP. Rangka pengikat tidak sesuai spek. Itu sudah kami suruh perbaiki,” kata pejabat asal Tabanan tersebut.
Awal mula munculnya kasus ini karena mandor yang menggarap plafon tak profesional, hingga berujung pemecatan. Sayang plafon di bawah pengawasannya terlanjur dipasang. Plafon tersebut kemudian ambruk seluas 108 meter persegi. “Mandor yang pasang kebetulan bermasalah. Dia sudah dipecat. Tapi terlanjur plafon dipasang dan inilah yang jebol karena kurang gantungan,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan konsultan pengawas. Dalam perbaikan-perbaikan, pihaknya mengaku sudah meminta dikembalikan sesuai spesifikasi.
Sementara itu, Wayan Sutaya dari PT Undagi Jaya memohon maaf atas kejadian tersebut. Sebab telah teledor, khususnya terkait mandor. Pihaknya mengaku sudah memperbaiki kerusakan tersebut. “Iya, saya mengakui keteledoran terhadap mandor ini," ungkapnya.
Wiradana pun langsung meminta agar seluruh bangunan SMPN 2 Mengwi dicek ulang. Pihaknya akan turun lagi mengecek kondisi bangunan tersebut. Pasalnya, dari laporan pihak sekolah, bangunan banyak yang cacat. Bahkan ada genteng belum terpasang. "Kami ingin ngecek ulang. Beberapa bagian harus dibuka lagi, biar pasti,” tegas politisi PDIP itu.
Rapat juga dihadiri anggota Komisi IV, Ni Luh Gede Rara Hita Sukmadewi, Ni Luh Putu Sekarini, Luh Gede Mediastuti, Made Suwardana dan Ni Ketut Sueni. Hadir pula Kabid Cipta Karya IGA Arinda Trisnawati, dan Kabid Sarana dan Prasarana Disdikpora Putu Robby Widya Harsana.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia