Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Kasus Narkotika, Oknum PNS Pemkab Bangli Divonis Tujuh Tahun

09 Desember 2019, 23: 09: 07 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kasus Narkotika, Oknum PNS Pemkab Bangli Divonis Tujuh Tahun

VONIS: Terdakwa Sangut berjalan menuju ruang sidang PN Bangli, Senin (9/12). (I MADE MARTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS - Oknum PNS Pemkab Bangli I Nengah Muliartawan alias Sangut, 39, menjalani sidang dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Negeri (PN) Bangli, Senin (9/12). Majelis hakim dalam amar putusannya menjatuhkan pidana 7 tahun penjara terhadap pria yang tersangkut penyalahgunaan narkotika itu. Pidana tersebut ditambah denda Rp 1 miliar. Apabila denda tidak bayar maka diganti dengan 4 bulan penjara.

Ketua Majelis Hakim Anak Agung Putra Wiratjaya dalam persidangan menyampaikan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan primer Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Hal-hal yang memberatkan terdakwa, yakni perbuatannya bertentangan dengan program pemerintah yang sedang gencar melakukan pemberantasan peredaran narkotika, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Sebagai seorang PNS, Sangut seharusnya memberikan contoh perilaku yang baik di masyarakat.

Sedangkan hal meringankan, Sangut sopan selama duduk di kursi pesakitan, dia belum pernah dihukum, berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, dan  menjadi tulang punggung keluarga. “Berdasarkan hal-hal memberatkan dan meringankan, majelis hakim berpendapat tuntutan pidana yang diajukan penuntut umum terlalu ringan,” terang Putra Wiratjaya. Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejari Bangli pada sidang sebelumnya menuntut Sangut dengan pidana 6 tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsidair 4 bulan penjara. JPU menilai Sangut terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dalam dakwaan subsidair.

Seperti diketahui, Sangut ditangkap Satresnarkoba Polres Bangli saat melintas mengendarai sepeda motor DK 8032 PI di Jalan Raya Bangli-Gianyar wilayah Desa Bunutin, Bangli pada Senin 22 Juli 2019 sekitar pukul 19.00.  Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan dua potong pipet warna orange. Di dalamnya terdapat plastik klip bening berisi SS dengan berat bruto masing-masing 1,04 gram dan 1,06 gram. Barang tersebut disembunyikan dalam lubang tali helm yang dipakai Sangut. SS tersebut didapat dari sesorang bernama Agustian. Dua paket SS itu diambil di suatu tempat di Jalan Tukad Badung, Denpasar.

Penggeledahan juga dilakukan di ruang Bagian Hukum kompleks Kantor Bupati Bangli tempat kerja Sangut. Di sana polisi menemukan satu buah kotak parfum yang di dalamnya berisi satu buah timbangan elektrik. Ditemukan pula dua bendel plastik bening, dua buah isolasi bening, tisu, satu buah dompet yang di dalamnya berisi tiga buah korek api gas, satu buah gunting serta satu buang bong. Barang-barang tersebut disimpan di salah satu laci rak almari arsip. “Terlalu naif rasanya apabila terdakwa sampai memiliki timbangan elektrik, dua bendel plastik klip, dua buah isolasi bening, jika tujuannya hanya menerima titipan dan membagi rata sabu tersebut tanpa ada niat mengambil keuntungan,” tegas Putra Wiratjaya. Hal itu menjadi pertimbangan majelis menjatuhkan pidana lebih berat dari tuntutan JPU.

Atas amar putusan itu, terdakwa melalui penasehat hukumnya I Ketut Dody Arta Kariawan menegaskan masih pikir-pikir. Demikian pula dengan JPU Putu Diah Laksmini menyatakan masih pikir-pikir.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia