Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Balinese

Kotoran, Kencing dan Keringat Lembu Putih Taro Diyakini sebagai Obat

10 Desember 2019, 14: 36: 35 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kotoran, Kencing dan Keringat Lembu Putih Taro Diyakini sebagai Obat

PURA NANDINI: Pura Nandini di Desa Pakraman Taro, Tegallalang, Gianyar, Bali, tempat nunas tamba lembu putih taro. (WIDIADNYANA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Selain diyakini sebagai duwe Pura Agung Gunung Raung, keberadayaan Lembu Putih Taro di Desa Pakraman Taro Kaja, Tegallalang, Gianyar, Bali, juga diyakini memiliki khasiat dalam pengobatan. Namun bukan daging atau bagian tubuh lembu ini yang diyakini sebagai tamba (obat), tapi kotoran maupun air kencing, hingga keringatnya.

Bendesa Adat Desa Pakraman Taro Kaja, I Made Wisersa saat diwawancarai 2016 lalu mengungkapkan, sebenarnya khasiat pada kotoran, kencing dan keringat Lembu Putih tersebut, sudah merebak sejak lama. Bahkan tak hanya masyarakat setempat yang meyakini khasiatnya, tapi juga masyarakat dari luar. Karena itulah, kerapkali ada masyarakat yang datang untuk nunas tamba (memohon obat), apakah itu berupa kotoran, kencing atau pun keringat lembu itu.

“Untuk nunas tamba ini kaitannya dengan Pura Nandini di sebelah kandang Lembu Putih itu. Rangkaiannya, ketika ada masyarakat yang nunas tamba, lebih dulu memohon di Pura Nandini,” ucapnya.

Di Pura tersebut masyarakat memohon tak jarang juga menyampaikan kaul atau sesangi.  “Kalau yang datang memang beragam, ada yang lumpuh, ada juga yang lainnya. Selain itu, yang datang itu ada yang sebenarnya sudah lama berobat di dokter, tapi tak kunjung sembuh,” tambahnya.

Sementara itu untuk proses nunas (meminjam) Lembu Putih sebagai sarana pelengkap upacara. Made Madriana menambahkan, sebenarnya tak hanya datang dari krama Bali. Tapi seperti penegasannya, ada juga yang datang dari luar Bali, salah satunya umat Hindu yang ada di Lombok.

Sedangkan berapa banyak biasanya Lembu Putih tersebut “dipinjam” untuk rangkaian upacara diluar dari Desa Pakraman Taro Kaja. Diakui olehnya hal itu tak tentu, lantaran tergantung dewasa ayu (hari baik). Tapi pernah pula ada sampai tiga ekor Lembu Putih yang keluar kandang untuk mengikuti prosesi karya diluar Desa Pakraman Taro.  

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia