Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Balinese

Adu Jotos di Desa Pakraman Taro, Disanksi Mecaru

10 Desember 2019, 14: 39: 16 WIB | editor : I Putu Suyatra

Adu Jotos di Desa Pakraman Taro, Disanksi Mecaru

DESA PAKRAMAN TARO: Pintu masuk objek wisata lembu putih taro, Tegalllang, Gianyar, Bali. (WIDIADNYANA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Beda desa dan wilayah, beda pula dresta yang berlaku di desa tersebut. Nah salah satunya Desa Pakraman Taro Kaja, Desa Taro, Tegallalang, Gianyar yang memiliki aturan tersendiri dalam upaya membuat wilayah desa mereka tenang dan aman. Satu aturan yang sudah berlaku sejak puluhan tahun lalu itu, tak lain penerapan sanksi mecaru bagi krama yang doyan adu jotos alias berkelahi.

Bendesa Desa Pakraman Taro, I Made Wisersa (2016) mengungkapkan, aturan tersebut sebenarnya sudah berlaku sejak beberapa tahun lalu. Namun diakui olehnya aturan itu memang belum tertulis, tapi sebatas aturan yang telah disepakati secara resmi.

“Ya aturan ini memang sudah lama berlaku, jauh sebelum saya menjadi bendesa. Cuma memang aturan ini sifatnya tak tertulis,” ucapnya.

Karena itulah dalam penyusunan pararem yang kini tengah mereka buat, aturan ini pun bakal dimasukkan dalam pararem tersebut. Disinggung mengenai sanksi mecaru tersebut. Dalam hal ini berupa pelaku yang terlibat perkelahian diwajibkan dikenai sanksi berupa banten pecaruan yang akan dilaksanakan di catus pata desa setempat.


“Sanksi ini berlaku bagi siapa pun yang terlibat dalam perkelahian tersebut,” pungkasnya.

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia