Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Ornamen Pasar Badung Jebol, Manajer Proyek Mengaku Sengaja Dibongkar

10 Desember 2019, 18: 11: 21 WIB | editor : Nyoman Suarna

Ornamen Pasar Badung Jebol, Manajer Proyek Mengaku Sengaja Dibongkar

JEBOL : Dirut PD Pasar AAN Yuliantha mengecek kondisi ornamen Gedung Pasar Badung yang jebol. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Pasca jebolnya ornamen stile Bali di sisi barat Gedung Pasar Badung, Minggu (8/12),  Dirut PD Pasar AAN Yuliantha langsung melapor kepada pihak Nindya Karya, minta segera melakukan perbaikan. Namun Manajer Proyek Nindya Karya mengaku, ornamen tersebut sengaja dibongkar, padahal Dirut PD Pasar mendapat laporan dari satpam pasar bahwa bangunan tersebut memang jebol.

Pada hari Minggu (8/12), ia mengaku sempat memantau kondisi retakan di sisi barat pasar dari pagi hingga pukul 11.00. Namun keesokan harinya, ia mendapat laporan kalau ornamen di sisi barat pasar jebol.

“Orang yang melihat pertama kali adalah satpam di sini. Dia mengatakan, pukul 15.00 ornamen jebol. Namun Manajer  Proyek Nindya Karya, Pak Satrio mengatakan,  sengaja dibongkar. Setelah saya bilang mendapat laporan ornamen jebol dari satpam pasar, akhirnya dia diam, tidak bisa ngomong banyak,“ ungkapnya

AAN Yuliantha, Selasa (10/12), mengaku,  sekitar empat bulan usai pemasangan stile Bali, terlihat sudah mulai retak. “Setelah proyek pemasangan ornamen stile Bali selesai, sekitar empat bulan lalu, sudah terlihat ada retak rambut yang semakin hari semakin melebar. Saat itu saya langsung melaporkan kepada PPK dan pihak pemborong. Namun pihak pemborong mengatakan tidak apa-apa karena tidak kena struktur bangunan. Karena orang teknis yang bilang seperti itu, jadi saya ikut mereka. Apalagi dikatakan strukturnya tidak kena,” paparnya.

Namun semakin lama, retakan rambut semakin besar dan melebar. Pihaknya pun melaporkan kepada OPD terkait. ”Saya sempat kirim foto terakhir tanggal 6 Desember yang ditujukan kepada Kadis PU, Kadis Perindag, dan Bagian Kerjasama. Saya bilang, Pak Kadis tolong diantensi karena akan ada kunjungan dewan hari Senin tanggal 9 Desember agar dijelaskan secara teknis masalah ini, karena saya kurang paham," katanya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Nindya Karya segera melakukan perbaikan hingga beres. Walaupun masa pemeliharaan berakhir tanggal 28 Desember 2019 ini, pihaknya meminta agar Nindya Karya tetap bekerja sampai benar-benar tuntas.

"Sampai kapan pun itu. Jangan belum selesai karena sudah berakhir, lalu ditinggalkan. Mau sampai Januari,  Februari, yang penting selesai dan semua kerusakan seperti WC, basement 1, tempat pembuangan sampah, semua sudah kami ceklist, dan itu harus diperbaiki dengan biaya mereka sendiri," katanya.

(bx/bay/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia