Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Polemik Pembangunan Rumah Subsidi di Pengastulan Berlanjut ke Dewan

10 Desember 2019, 18: 46: 15 WIB | editor : I Putu Suyatra

Polemik Pembangunan Rumah Subsidi di Pengastulan Berlanjut ke Dewan

MEDIASI: Mediasi antara pengembang PT Graha Adi Jaya dengan forum Masyarakat Peduli Desa Pengastulan di Ruang Rapat Gabungan Komisi DPRD Buleleng. (ISTIMEWA)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Polemik pembangunan rumah bersubsidi yang berlokasi di Dusun Purwa, Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali, masih berlanjut. Konflik ini bahkan dimediasi oleh Komisi I DPRD Buleleng pada Selasa (10/12) siang. Mediasi menghadirkan warga yang protes mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Desa Pengastulan bersama pihak pengembang dalam hal ini PT Graha Adi Jaya.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Desa Pengastulan, Gede Suastika menjelaskan, warga sangat keberatan atas pembangunan rumah bersubsidi tersebut. Bagaimana tidak, selain dibangun berdekatan dengan Pura Dalem, pengembang juga nekat menutup saluran irigasi untuk mengairi sawah.

Suastika juga khawatir kedepan areal subak di wilayah tersebut akan tercemar limbah. Pasalnya pihak pengembang tidak membangun jaringan pembuangan limbah sendiri untuk para penghuninya.

"Saluran subak itu tertutup sejak dua bulan yang lalu. Mutu airnya juga pasti nanti akan tercemar karena limbahnya dibuang di saluran irigasi subak. Namun kalau data berapa sawah yang terdampak karena salurannya ditutup saya kurang tau," katanya.

Menyikapi keberatan warga, PT Graha Adi Jaya yang diwakili oleh Gede Adi Sucipto mengaku saat ini pembangunan rumah subsidi sudah mencapai 74 unit. Ia pun membantah tuduhan warga tersebut "Kami tidak pernah menutup saluran subak. Justru saluran itu tetap kami pelihara, dan kami tidak membuang limbah ke saluran itu," singkatnya.

Atas pengakuan yang berbeda antara Forum Masyarakat Peduli Desa Pengastulan dengan pihak pengembang Ketua Komisi I DPRD Buleleng, Gede Ody Busana pun meminta kepada dinas terkait dalam hal ini Dinas PUPR, Dinas Pertanian, dan Dinas Perkimta Buleleng untuk melakukan survei di lapangan.

Gede Ody pun tak membantah jika PT Graha Adi Jaya telah mengantongi izin lengkap, terkait proyek pembangunan rumah subsidi tersebut."Jika hasil survei di lapangan menemukan bahwa limbahnya benar mencemari subak, maka pihak pengembang harus segera mengantisipasi hal itu, atau akan ditindaklanjuti oleh tim yustisi dalam hal ini Satpol PP," singkatnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia