Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

RS Nyitdah Terakreditasi C, Diharapkan Segera Beroperasi Optimal

10 Desember 2019, 20: 27: 43 WIB | editor : Nyoman Suarna

RS Nyitdah Terakreditasi C, Diharapkan Segera Beroperasi Optimal

SIDAK : Komisi IV sidak ke RS Nyitdah, Selasa (10/12). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Komisi IV DPRD Tabanan melakukan sidak ke UPTD Rumah Sakit Nyitdah di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Tabanan, Selasa (10/12) sekitar pukul 10.00 Wita. Dalam kesempatan itu dewan berharap pada  tahun 2020 UPTD RS Nyitdah sudah bisa bekerjasama dengan BPJS sehingga bisa memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, meskipun saat ini sarana dan prasarana serta tenaga medisnya masih banyak kekurangan.

Rombongan Komisi IV DPRD Tabanan, dipimpin Ketua Komisi I Made Suarta diterima langsung oleh Direktur UPTD RS Nyitdah, dr. Nyoman Wisma Brata dan Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. I Nyoman Suratmika. Rombongan kemudian berkeliling untuk melihat kondisi rumah sakit yang belum sepenuhnya rampung dan banyak lampu rusak.

Kepada para anggota dewan, Direktur RS Nyitdah, dr. Nyoman Wisma Brata menjelaskan bahwa RS Nyitdah baru saja usai menjalani akreditasi untuk mendapatkan predikat rumah sakit tipe C. Dengan demikian, kerjasama dengan BPJS tengah ditindaklanjuti dan diprediksi dapat berjalan bulan Januari 2020. 

Namun RS Nyitdah masih kekurangan tenaga medis dan sarana prasarana. Saat ini ada 219 tenaga medis sehingga RS Nyitdah masih kekurangan sekitar 213 orang tenaga medis. Sedangkan untuk sarana yang paling mendesak adalah pembangunan gedung laundry dan prasarananya RS Nyitdah perlu SIMRS yang terstandar untuk kelancaran pelayanan untuk semua jenis dan tingkat pelayanan. "Kemudian untuk beberapa jenis alat kesehatan potensial untuk penunjang pelayanan, baru diadakan pada tahun 2020 baik itu bersumber dari DAK maupun APBD. Seperti mesin CSSD (mesin steril yg besar), bed rawat inap, bed ruang isolasi, bed ruang intensive, mesin monitor untuk ruang intensive, serta beberapa alat untuk penunjang seperti radiologi, laboratorium, laundry, gizi dan lainnya. Untuk obat dan bahan medis habis pakai perlu tambahan untuk mengantisipasi jumlah pasien yang berkunjung sesuai prediksi," paparnya.

Dengan kelengkapan sarana dan prasarana serta SDM, RS Nyitdah yang ditarget pendapatannya sebesar Rp 10 miliar tahun anggaran induk 2020, niscaya bisa dipenuhi. 

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Made Suarta menjelaskan, pihaknya berharap kerjasama RS Nyitdah dengan BPJS dapat segera terlaksana agar masyarakat yang berobat ke Puskesmas kemudian bisa dirujuk ke faskes tipe C dalam hal ini RS Nyitdah, dimana selama ini masyarakat banyak dirujuk ke RS swasta. 

Menurutnya, sejauh ini sarana dan prasarana di RS Nyitdah sudah cukup meskipun masih harus dilakukan prngadaan lagi. Saat ini baru ada 66 bed, sedangkan RS tipe C minimal harus memiliki 100 bed dan otomatis akan memerlukan lebih banyak tenaga medis. "Sarana dan prasarana yang masih kurang, tentu akan diperjuangkan. Dan tenaga medis yang masih kurang, juga akan direkrut, tentunya sesuai kemampuan anggaran kita," ujarnya.

Ia pun menargetkan RS Nyitdah bisa beroperasi lebih optimal tahun 2020 mendatang sehingga dapat menjadi sumber PAD Tabanan. Terlebih, menurutnya, Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama menyebutkan bahwa telah memplot anggaran Rp 70 miliar untuk RS Nyitdah di Induk 2020. "Peruntukannya itu apa saja, saya kurang pasti. Yang jelas agar RS Nyitdah bisa beroperasi dan memberikan pelayanan dengan optimal," tandasnya.

Berdasarkan data yang diperoleh Bupati Tabanan, tahun 2019 telah mengajukan usulan anggaran BKK Provinsi Bali 2020 sebesar Rp 71,2 miliar untuk pembangunan prasarana kesehatan (gedung RS Tabanan di Nyitdah) sebesar Rp 51,2 miliar dan penguatan infrastruktur (pembangunan pura / tempat suci dan penataan site/parkir rumah sakit) sebesar Rp 20 miliar. 

Sebelumnya diberitakan bahwa RS Nyitdah dibangun untuk mengatasi keterbatasan kapasitas atau kemampuan pelayanan kesehatan melalui BRSU Tabanan. Pembangunan sudah dimulai sejak tahun 2009 dan sampai saat ini pembangunan fisiknya masih terus berlanjut untuk dapat memenuhi standar pelayanan kesehatan dengan klasifikasi tipe B. 

Secara keseluruhan akan ada 8 gedung di RS Nyitdah, namun saat ini baru terbangun 4 gedung yakni gedung C, F, G dan H. Untuk memenuhi pembangunan gedung secara lengkap, masih diperlukan anggaran Rp 201 miliar dimana Pemkab Tabanan sempat ingin meminjam di PT SMI namun dibatalkan.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia