Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Tanah Dampak Banjir Debres Tutupi Jalan Bukit Sanghyang Ambu

13 Desember 2019, 21: 47: 55 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tanah Dampak Banjir Debres Tutupi Jalan Bukit Sanghyang Ambu

DIBERSIHKAN: Petugas BPBD Karangasem melakukan pembersihan badan jalan di wilayah Bukit Sanghyang Ambu, Desa Bugbug, Jumat (13/12) sore. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Hujan deras mengguyur wilayah Karangasem sejak Jumat (13/12) sore membuat tanah di atas Bukit Sanghyang Ambu, Desa Bugbug, Karangasem, hanyut terdorong air hujan. Tanah yang bertekstur legit itu pun menutup ruas jalan utama tersebut. Beruntung kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa. Karena situasi jalan yang saat itu cukup lenggang.

Menurut informasi yang diperoleh di lapangan, material tanah yang hanyut dari atas bukit karena hujan deras itu terjadi sejak pukul 17.00. Tak ayal, kondisi itu membuat badan jalan utama itu seketika dipenuhi tumpukan tanah.

Keadaan itu membuat arus lalu lintas di jalur Karangasem-Denpasar itu tersendat. Terlebih kondisi jalan yang menjadi lebih licin. Belum lagi hujan yang sesekali masih mengguyur wilayah itu.

Tak berselang lama, petugas BPBD dibantu petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karangasem pun langsung bergerak. Dengan sejumlah peralatan, mereka langsung membersihkan badan jalan dari tanah liat itu.

Kepala BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa menyebut, fenomena tersebut biasa disebut banjir debres. Yaitu tanah di bagian atas bukit hanyut akibat terdorong air hujan. "Itu bukan longsoran tanah bukit, melainkan tanah gembur yang terdorong air hujan," jelas Arimbawa.

Pantauan di lokasi, hingga malam sekitar pukul 21.30, petugas masih berusaha membersihkan ruas jalan Bukit Sanghyang Ambu. Tanah yang legit membuat petugas sulit membersihkan material tersebut secara manual.

Dengan kondisi itu, tim BPBD pun akhirnya mendatangkan satu alat berat milik Dinas PUPR Karangasem, guna mempercepat proses pembersihan. Sementara itu, kondisi jalan yang penuh lumpur serta malam yang semakin larut, membuat petugas memberlakukan sistem buka tutup pada arus lalu lintas.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia