Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Obok-obok Lapas Singaraja, Petugas Temukan Syair Togel

13 Desember 2019, 22: 33: 18 WIB | editor : Nyoman Suarna

Obok-obok Kamar Napi, Petugas Temukan Syair Togel

OBOK-OBOK: Petugas mengobok-obok kamar para napi di Lapas Kelas IIB Singaraja, Jumat (13/12) sore. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Seluruh kamar narapidana dan kamar mandi umum di Lapas Kelas II B Singaraja diobok-obok petugas Lapas pada Jumat (13/12) sore. Hasilnya, petugas menemukan syair togel, belasan pepel obat asma hingga senjata tajam seperti cutter dan gunting.

Belasan pepel obat asma ini ditemukan di kamar nomor 15. Kamar ini dihuni oleh narapidana narkoba. Sejauh ini, jumlah napi yang ada di Lapas Kelas IIB Singaraja sebanyak 263 orang. Dengan rincian laki-laki sebanyak 249 orang, dan perempuan 14 orang.  

Kepala Keamanan Lapas Kelas IIB Singaraja, Nyoman Ladra menjelaskan, obat asma itu memang diberikan oleh dokter di lapas, untuk salah satu napi kasus narkoba. Tetapi, setelah diberikan, obat itu justru idak pernah diminum oleh sang napi.

Atas temuan ini, obat itu pun kembali diserahkan ke poliklinik. "Obat asma itu diberikan dokter. Setiap minggu obatnya harus diambil, namun nyatanya tidak pernah diminum. Hanya dia simpan, jaga-jaga kalau asmanya kambuh sehingga menumpuk. Sudah kami kembalikan ke Poliklinik, nanti dokter yang akan mengkondisikannya," ucapnya.

Sedangkan disinggung terkait temuan syair togel, Ladra menyebut, merupakan kiriman dari keluarga yang membesuk para napi. Selanjutnya para napi biasanya meminta kepada keluarganya yang datang untuk membesuk, agar dipasangkan nomor togelnya di luar lapas.

Kemudian terkait temuan sajam berupa cutter dan gunting, sebut Ladra, digunakan oleh napi untuk membuat keterampilan. Dalam waktu dekat seluruh temuan ini akan segera dimusnahkan. "Mungkin para napi iseng. Sambil menunggu waktu agar tidak bosan, malamnya ada mimpi, dia baca-baca syair togel. Kemudian saat keluarganya datang minta dipasangkan nomor ini. Saya rasa hal seperti ini tidak bisa terlalu diketatkan, agar mereka juga bisa refreshing," terangnya.

Ia menambahkan, sejatinya sidak ini rutin dilaksanakan oleh pihaknya setiap minggu. Kendati sudah rutin menggelar sidak, pihaknya tetap saja sering menemukan cutter dan gunting yang dibawa oleh para napi ke dalam kamar tahanan. Untuk itu, kata Ladra, pengawasan akan lebih diperketat sehingga sajam-sajam itu hanya dapat digunakan oleh para napi di bengkel kerja.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia