Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Kasus Jambret dan Bunuh Diri Paling Menonjol di Badung

13 Desember 2019, 22: 46: 21 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kasus Jambret dan Bunuh Diri Paling Menonjol di Badung

UNGKAP : Kapolres Badung AKBP Roby Septiady merilis hasil Operasi Pekat Agung II, Jumat (13/12). (NORIS SAPUTRA FOR BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kasus jambret rupanya menjadi aksi kriminalitas tertinggi di wilayah hukum Kabupaten Badung. Trennya menunjukkan peningkatan, dan korbannya kebanyakan wisatawan asing.

Tren tersebut tidak dipungkiri Kapolres Badung, AKBP Roby Septiady, saat memberikan keterangan pers jelang akhir 2019 di Polres Badung, Jumat (13/12).

"Saya memonitor adanya kejadian pencurian dengan kekerasan atau jambret meningkat,” jelas Robby.

Dari hasil Operasi Pekat Agung II yang dilaksanakan jajarannya, aksi jambret atau pencurian dengan kekerasan ada lima kasus. Untuk menekannya, Roby mengoptimalkan kegiatan patroli di beberapa titik strategis.

"Kami meningkatkan kehadiran personil di titik rawan kejahatan. Kami memberdayakan semua personil, termasuk dengan teknologi," ungkapnya.

Dia juga menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan jalanan tersebut. Dalam hal penindakan, pihaknya akan tegas dan terukur. “Kalau ada yang tetap nekat, resikonya berhadapan dengan kami," tegasnya.

Selain jambret, peristiwa lainnya yang terhitung menonjol adalah aksi bunuh diri. "Selama satu bulan saya bertugas di Polres Badung, ada laporan tiga sampai empat kejadian. Ini juga perlu kami atensi," imbuhnya.

Perhatian itu akan dilakukan dengan melibatkan Dinas Kesehatan setempat, yakni dengan membuka ruang konsultasi psikologi. Di samping menyambangi masyarakat yang merupakan kegiatan rutin pihak kepolisian.

"Kami akan menggandeng Dinas Kesehatan, dengan membuka klinik berjalan untuk bimbingan atau konsultasi psikologi," tukasnya.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia