Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Musim Hujan, DLHK dan DPUPR Denpasar Lakukan Pencegahan

13 Desember 2019, 23: 07: 34 WIB | editor : Nyoman Suarna

Musim Hujan, DLHK dan DPUPR Denpasar Lakukan Pencegahan

PEROMPESAN: Petugas DLHK Kota Denpasar melaksanakan perompesan di beberapa titik kawasan Kota Denpasar, Jumat (13/12). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Mengantisipasi musim penghujan di akhir tahun, Pemkot Denpasar melalui OPD terkait, yakni DLHK dan DPUPR melakukan berbagai langkah pencegahan, mulai dari perompesan pohon untuk meminimalisir pohon tumbang, hingga penanganan titik genangan.

Kabid SDA DPUPR Ida Ayu Tri Suci saat dikonfirmasi, Jumat (13/12) menjelaskan, pihaknya secara berkesinambungan terus melaksanakan pemetaan terhadap titik genangan di Kota Denpasar sehingga penanganannya menjadi tepat sasaran, dan mampu meminimalisir resiko musim penghujan.

Hingga saat ini, lanjut Dayu Tri Suci, dari 32 genangan, sudah tertangani sebanyak 28 genangan. Sehingga tersisa genangan yang berada di kawasan Padangsambian Kaja dan Kelurahan Sesetan. Kendati demikian, beberapa genangan berada di koordinasi Dinas PU Provinsi Bali dan BWS Bali Penida.

“Saat ini terdapat enam titik genangan yang biasanya timbul saat terjadinya hujan dengan intensitas tinggi. Kami sudah atensi dengan penyiagaan armada, petugas dan pengendali pintu air,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, adapun penanganan terhadap genangan tersebut terus diintensifkan dengan melaksanakan berbagai terobosan, yakni mengusulkan penataan sungai kepada pemerintah pusat melalui BWS Bali Penida, penggelontoran, serta rekontruksi terhadap gorong-gorong dan drainase di sekitar genangan.

“Genangan biasanya terjadi akibat volume air hujan terlalu besar, sehingga tidak tertampung maksimal di gorong-gorong dan drainase. Namun selang beberapa saat akan surut kembali. Penanganan titik genangan ini akan terus dimaksimalkan dengan menggandeng BWS Bali Penida, dan melakukan rekonstruksi drainase,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DLHK IB Putra Wirabawa menekankan, memasuki musim penghujan tentu sangat berpotensi terjadi angin kencang. Selain itu, saat musim penghujan beban pohon perindang lebih berat dari biasanya. Menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diharapkan, pihaknya secara intensif melaksanakan perompesan, sehingga mampu meringankan beban pohon untuk meminimalisir terjadinya pohon tumbang.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol I Dewa Gede Rai mengimbau masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Salah satunya dengan membuang sampah di tempatnya sehingga drainase yang menjadi saluran air tidak tersumbat saat memasuki musim penghujan.

“Partisipasi masyarakat sangatlah penting untuk ikut aktif dalam menjaga lingkungan sekitar, sehingga ketika musim penghujan tiba, saluran air atau drainase dapat menyalurkan air dengan lancar, dan meminimalisisr terjadinya banjir atau genangan,” kata Dewa Rai.

(bx/bay/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia