Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Tangani Sampah Laut, DLHK Badung Libatkan Pelaku Wisata

13 Desember 2019, 23: 18: 10 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tangani Sampah Laut, DLHK Badung Libatkan Pelaku Wisata

MATUR PIUNING: DLHK Badung matur piuning di Pura Petitenget, sekaligus mematangkan rencana aksi penanganan sampah laut, Jumat (13/12). (ISTIMEWA)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung membuat skenario untuk membersihkan sampah pantai saat angin barat datang. Bahkan pihak DLHK Badung sudah melakukan pemetaan zona penanggulangan bencana sampah tersebut. Salah satunya membentuk Tim Unit Reaksi Cepat Deteksi dan Evakuasi Sampah Laut (URC Desalut) yang dilakukan belum lama ini.

Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan menerangkan, pihaknya sudah membagi kawasan pantai barat Badung menjadi 10 zona. Masing-masing zona akan ditangani pihak DLHK dengan melibatkan sejumlah komponen terkait, termasuk karyawan hotel dan restoran di kawasan tersebut. “Kami sudah buatkan perencanaan dalam menanggulangi sampah musiman ini. Ada sejumlah komponen terlibat dalam tim pembersihan pantai ini, mulai dari personel DLHK hingga komponen pariwisata,” ungkapnya, Jumat (13/12).

Tak main-main, tiap usaha, seperti hotel yang ada di zona yang dimaksud, diwajibkan mengerahkan 10 karyawannya sehingga kian banyak yang terlibat, pantai makin cepat bersih. Endingnya, pariwisata tetap berjalan lancar. “Semua hotel wajib keluarkan 10 staf bekerjasama dengan tim Desalut DLHK. Ini setiap hari sampai sampah habis,” tegas Eka Merthawan.

Adapun 10 zona kawasan Pantai Barat Badung yang dimaksud, yakni zona I dimulai dari depan kuburan keramat hingga Echo Beach Bali sekitar 1,5 km, dengan melibatkan empat pelaku wisata. Zona II, dari Echo Beach Bali hingga Loloan Yeh Poh sepanjang 2,5 km dengan dibantu 36 pelaku pariwisata. Zona III adalah di Loloan Yeh Poh hingga pos Balawista Kudeta dengan panjang 2,3 km dengan dibantu 13 pelaku pariwisata. Zona IV ada di Pos Balawista Kudeta hingga Gapura batas Seminyak-Legian (1,2 km) melibatkan 10 pelaku pariwisata.

Untuk zona V yakni dari Gapura batas Seminyak-Legian menuju Camplung sekitar 1,7 km dengan melibatkan 28 pelaku pariwisata. Zona VI dari Camplung hingga setra Kuta (1,8 km) melibatkan 18 pelaku pariwisata. Zona VII yakni sepanjang Pantai Jerman hingga Patra Jasa (1 km) dengan melibatkan 10 pelaku pariwisata. Pada Zona VIII yakni dari batas Bandara Ngurah Rai hingga batas Pantai Desa Adat Kelan dan Kedonganan (0,8 km) melibatkan 8 pelaku pariwisata. Zona IX dari batas Pantai Desa Adat Kelan dan Kedonganan hingga batas Pantai Desa Adat Kedonganan dan Jimbaran (1,2 km) dengan melibatkan 25 pelaku pariwisata. Sementara untuk Zona X dari batas Pantai Kedonganan dan Jimbaran hingga Four Season sepanjang 1,5 km dan melibatkan 46 pelaku pariwisata.

Pihaknya, lanjut mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Badung ini, sudah siap beraksi pekan depan. Jumat (13/12) pihaknya sudah mematangkan persiapan. Setiap pos akan ada penanggung jawabnya. “Kami juga matur piuning di Pura Petitenget agar rencana ini berjalan lancar,” jelasnya.

Disinggung mengenai anggaran yang disiapkan, menurutnya, tak ada anggaran khusus. Demikian juga soal peralatan. “Tidak ada (anggaran khusus). Peralatan masih seperti dulu, yakni tiga loader, satu unit truk URC Desalut, dan dua unit beach cleaner,” tandasnya.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia