Jumat, 24 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Dewan Badung Gemas, Seragam Gratis Tak Kunjung Tuntas

14 Desember 2019, 20: 54: 19 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dewan Badung Gemas, Seragam Gratis Tak Kunjung Tuntas

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Seragam gratis untuk seluruh siswa baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Badung belum tuntas dibagikan. DPRD Badung pun gemas. Sebab sejumlah keluhan sudah menghampiri telinga dewan.

Keluhan datang dari orang tua siswa. Mereka mempertanyakan seragam gratis tersebut. Apalagi sudah satu semester tak kunjung tuntas. Hal itu diakui Ketua Komisi IV DPRD Badung I Made Sumerta. Menurutnya, realisasi ini bukan lagi lambat, melainkan telatnya terlalu. “Ini (pendistribusian seragam) bukan lambat lagi, tapi telat banget,” ungkapnya, Jumat (13/12) kemarin.

Yang kian membuat telinga dewan menghangat, yakni ukuran kain yang dibagikan mengalami permasalahan ukuran. “Ukurannya tidak sesuai, ini kami temukan di lapangan,” ujar politisi PDIP asal Pecatu, Kuta Selatan itu.

Atas permasalahan itu, pihaknya lanjut Sumerta, akan memanggil Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga (Disdikpora). Sehingga didapatkan penjelasan yang gamblng. Apalagi 2019 akan segera berakhir. “Akan kami tindaklanjuti pada rapat kerja,” tegasnya.

Sumerta membeber, pihaknya tak sekadar mempertanyakan penuntasan program yang dicanangkan Bupati Giri Prasta tersebut. Namun sebelumnya sudah turun ke lapangan dan mengambil sampel atau contoh. “Kami sudah ambil sampel-sampelnya, seperti di SMPN 2 belum dibagikan,” terangnya.

Pihaknya pun tak ingin program yang berpihak kepada pendidikan ini nantinya memantik masalah. Sebab waktunya yang mepet. “Jangan-jangan sudah injury time baru dibagikan, kan akan jadi masalah. Jadi sebelum tanggal 20 Desember akan kami rapatkan,” tegasnya lagi.

Tak hanya soal seragam gratis, Sumerta menambahkan, pihaknya juga menemukan sejumlah permasalahan lain di sekolah. Semisal pendingin ruangan yang tidak terawat, laptop gratis yang rusak, dan sebagainya. “Laptop juga harus dipikirkan, karena masa perawatan sudah habis,” katanya.

Soal seragam gratis, November lalu Kepala Bidang (Kabid) Gedung dan Sarana Disdikpora Badung, Putu Roby Widya Harsana, mengakui pengadaan seragam siswa SMP masih berproses. Pihaknya memastikan semua siswa dapat seragam komplit. Bahkan di beberapa sekolah sudah didistribusikan. Salah satunya di Kecamatan Petang.

Adapun kontrak dengan penyedia atau rekanan berakhir Desember 2019, namun pihaknya telah mewanti-wanti supaya rekanan menyelesaikan pendistribusian pada November 2019. Pihaknya juga telah menyampaikan kepada semua sekolah untuk bersabar, karena semua masih berproses. “Kami akan minta supaya bulan November 2019 ini sudah selesai,” ujarnya kala itu.

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia