Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Obok-obok Rutan Klungkung, Tim Temukan Barang Terlarang

18 Desember 2019, 19: 12: 34 WIB | editor : Nyoman Suarna

Obok-obok Rutan Klungkung, Tim Temukan Barang Terlarang

SIDAK : Sidak tim gabungan di Rutan Kelas IIB Klungkung. (I MADE MARTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

SEMARAPURA, BALI EXPRESS - Tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Klungkung, Rabu (18/12). Tim gabungan terdiri dari Polres Klungkung, BNNK, Satpol PP dan petugas keamanan rutan. “Tidak ada hal-hal menonjol ditemukan, seperti sajam (senjata tajam), narkoba, handpone,” kata Waka Polres Klungkung Kompol Ida Bagus Dedi Januartha.

Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), pemeriksaan badan dilakukan terhadap semua narapidana (napi) maupun tahanan titipan. Termasuk masing-masing blok juga tak luput dari penggeledahan. Hasilnya,  ditemukan sejumlah barang-barang yang seharusnya tidak ada dalam blok. Di antaranya sejumlah pisau cutter, rokok, korek api gas, pisau cukur, kartu remi, uang tunai dan beberapa barang lainnya. “Kegiatan ini untuk memastikan bahwa rutan dalam keadaan kondusif jelang Natal dan Tahun Baru,” terang Kompol Dedi.  

Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Klungkung, bersama Polres Klungkung, BNNK dan Satpol Pol PP Klungkung melakukan sidak di rutan, Rabu (18/12). (ISTIMEWA)

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas IIB Klungkung Ida Bagus Pustika mengatakan, barang-barang yang diamankan tersebut akan dimusnahkan. Kecuali uang tunai yang dikembalikan. Pustika menegaskan, napi boleh membawa uang, tetapi maksimal Rp 100 ribu. Jika lebih harus dititipkan di registrasi rutan. “Uang kalau dalam jumlah banyak, biasanya dititip. Uang itu untuk jasa wartel, belanja di kantin. Penggunaan ditertibkan sesuai keperluan,” jelas Pustika.

Bagaimana dengan pisau cutter? Pejabat asal Bangli itu mengakui barang tersebut tidak seharusnya ada pada napi ataupun disimpan dalam blok. Pihaknya mengatakan, pisau cutter dipakai napi membuat kerajinan, seharusnya tidak disimpan oleh napi.  “Tapi ada diselundupkan,” terangnya. Ia memastikan tidak ada sanksi bagi napi yang ketahuan membawa barang terlarang. Alasannya baru pertama kali ditemukan barang-barang tersebut. Disebutkannya, jumlah napi 64 orang, dan 21 tahanan titipan.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia