Minggu, 23 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

10 Ribu Warga Gianyar Nunggak BPJS Kesehatan

18 Desember 2019, 23: 12: 12 WIB | editor : Nyoman Suarna

10 Ribu Warga Gianyar Nunggak BPJS Kesehatan

BPJS: Kepala BPJS Klungkung yang membawahi wilayah Bali Timur dr. Endang Triana Simanjuntak saat ditemui awak media di Kantor BPJS Kesehatan di Gianyar, Rabu (18/12). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS – Rendahnya kesadaran masyarakat untuk taat membayar iuran BPJS Kesehatan ternyata terjadi juga di Gianyar. Bahkan BPJS Kesehatan menyebut, tunggakan pembayaran mencapai Rp 10,7 miliar. Angka itu berasal dari sekitar 10 ribuan peserta yang selama ini tidak taat membayar iuran. Dari total 500.154 warga. Hal itu diungkapkan Kepala BPJS Klungkung yang membawahi Bali Timur, dr. Endang Triana Simanjuntak kala bertemu dengan awak media di Kantor BPJS Kesehatan Jalan Bypass Dharma Giri, Gianyar, Rabu (18/12). 

Dalam kesempatan itu, dia menyebut, tunggakan disebabkan banyak faktor. “Contohnya, ada peserta yang mau seksio atau operasi bedah cesar, lalu dia ikut BPJS Kesehatan. Setelah seksio, mereka berhenti di tengah jalan, tidak melanjutkan membayar,” keluhnya. 

Padahal seperti katanya, prinsip di BPJS tersebut yakni gotong royong. “Sekarang kita bantu orang lain, nanti ketika kita perlu, ditolong oleh orang lain. Itu gotong royong,” jelasnya.

Pihaknya berharap, para peserta BPJS paham dengan kewajibannya. Terlebih, per Januari 2020, tarif BPJS naik. Untuk kelas III, dari Rp 25 ribu per peserta per bulan, menjadi Rp 42 ribu per peserta per bulan. “Apabila dua bulan menunggak, kami hubungi mereka. Kami berusaha supaya peserta aktif membayar kewajibannya mereka. Kami harap peserta paham,” bebernya.

Dengan kenaikan tarif iuran, peserta pun bisa memilih. “Kalau berat di kelas satu atau kelas dua, bisa turun kelas. Kami ada kebijakan sampai April 2020, bisa turun kelas tiga. Kalau mau ganti ring jantung atau cuci darah tetap bisa. Cuma pas dirawat berada di ruang kelas tiga,” paparnya.

Selanjutnya, bagi peserta yang benar-benar tidak mampu ikut BPJS Kesehatan, masih diberikan kesempatan ikut BPJS. Caranya ikut PBI (Penerima Bantuan Iuran). Peserta mengajukan ke pusat. Bahwa sebagai orang miskin. Bahkan di Gianyar, jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) ada dua. Pertama, yang dibantu melalui APBN sebanyak 147.260 peserta. Dan yang kedua, dibantu melalui APBD sebanyak 12.618 peserta.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia