Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Sportainment

Suporter Membludak, Pintu Kaca dan Kasir Kafe Bali United Rusak

19 Desember 2019, 20: 12: 31 WIB | editor : I Putu Suyatra

Suporter Membludak, Pintu Kaca dan Kasir Kafe Bali United Rusak

RUSAK Nampak meja kasir kafe Bali United yang ada di Stadion Dipta Gianyar rusak paska membludaknya pembeli tiket, Kamis (19/12). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Suporter yang hendak membeli tiket di Kafe Bali United, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis (19/12) membludak. Bahkan ribuan supporter pun tidak sabaran hingga membuat pintu kaca dan kasir kafe tersebut pecah akibat dari saling dorong. Dampaknya pun terdapat sembilan korban luka akibat pecahan kaca yang ada di areal kafe.

Salah satu kasir yang mengaku bernama Dayu Ari pintu kafe didobrak sehingga kacanya pecah. Karena saking banyaknya orang yang akan membeli tiket. “Pintu di depan didobrak, dan kacanya pecah. Karena yang di belakang mendorong, sehingga yang di depan tidak bisa keluar dan membuat saling berdesak-desakan. Sampai -sampai ada yang masuk ke dapur kafe,” bebernya.

Suporter Membludak, Pintu Kaca dan Kasir Kafe Bali United Rusak (ADE GRANTIKA/BALI EXPRESS)

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan di kasir hanya ada orang bertiga. Sedangkan supporter ribuan yang berusaha masuk ke dalam kafe. Beberapa minuman pun sempat dijarah yang ada saat meja kasir pecah. “Sempat meja dilempar, makanya sampai meja kasir pecah dan sempat dinaiki. Tetapi untungnya tv yang ada di atas kasir tidak rusak dan tidak kena lemparan meja,” imbuhnya.

Membludaknya supporter yang membeli tiket di Kafe Bali United diakibatkan paska diinfokan dalam akun resmi Bali United lewat media sosial. Bahwa tiket offline atau konvensional hanya dijual di Bali United Cafe pada Kamis (19/12) mulai pukul 12.00. Itu pun dengan syarat belanja minimal Rp 20 ribu per struk diperbolehkan membeli dua tiket. Mengetahui informasi tersebut, ribuan supporter langsung menyerbu Stadion Dipta, khususnya di sudut cafe sudah berjubel-jubel hingga berdesakan pun tidak terhindarkan.  

Ditemui pengelola Stadion Kapten I Wayan Dipta, Budi Lesmana menyampaikan peristiwa berdesakan supporter membeli tiket saat ini akan dijadikan pembelajaran kedepannya. “Untuk kerugian masih kita hitung, dan apa-apa saja yang rusak. Kurang lebihnya mencapai puluhan juta, kalau penjarahan minumuman di kasir itu mungkin karena mereka haus. Sampai saat ini kami tidak ada melaporkan ke pihak kepolisian terkait kasus ini, hanya saja untuk bantuan pengamanan saja,” jelasnya.

Selain itu, akibat dari peristiwa tersebut sebanyak sembilan supporter yang mengalami luka akibat terkena pecahan kaca. Bahkan tiga diantaranya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar untuk penanganan medis lebih lanjut.

Ditemui terpisah, Kapolres Gianyar, AKBP Priyanto Priyo Hutomo terkait perusakan pintu kafe itu dijelaskan tidak ada unsur kesengajaan. Melihat dari jumlah supporter yang akan membeli tiket, sehingga dorongan dan berdesakan tidak bisa dihindari. “Karena saking antusiasnya mereka, jadi h-3 sudah begini membludak mungkin besok kita akan mengamankan dan melakukan koordinasi dengan pihak panitia. Karena yang ada cuma baru permohonan pengamanan pada tanggal 22 saja,” tandasnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia