Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Dua Kelas SDN 1 Kesimpar, Abang, Belajar Jadi Satu, Disekat Triplek

19 Desember 2019, 20: 30: 16 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dua Kelas SDN 1 Kesimpar, Abang, Belajar Jadi Satu, Disekat Triplek

SALING BERBAGI: Siswa kelas I dan II SD Negeri 1 Kesimpar, Abang, Karangasem, berbagi ruang, Kamis (19/12). Ini dilakukan agar satu kelas kosong bisa dipakai belajar oleh kakak kelas mereka. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Malang nasib siswa-siswi kelas I dan II di SD Negeri 1 Kesimpar, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali. Mereka harus mengalah untuk belajar di satu ruangan demi kakak kelas yang ruang belajarnya rusak.

Suasana bising tentu mengganggu konsentrasi belajar. Mereka hanya terpisah oleh sekat papan triplek. Tidak heran dari mereka banyak yang gampang suntuk karena kurang konsentrasi. Ironis, jika siswa kelas I dan II tidak digabung, siswa kelas V terancam belajar di luar gedung. 

Maklum kondisi ruang kelas V cukup mengkhawatirkan. Plafon yang selama 15 tahun tidak pernah diperbaiki bersiap menunggu ambruk. Itu karena plafon sudah lama terkena air hujan dan kayu-kayunya sudah lapuk. Siswa kelas V sudah tidak sanggup menahan kegundahan, belajar sambil ditemani rintik air ketika hujan. 

Kepala SD Negeri 1 Kesimpar I Nengah Reti mengakui dua ruang kelas dalam kondisi darurat. Yakni ruang kelas IV dan V. Namun kelas V jadi yang paling parah, karena selain plafonnya terancam ambruk, ruang itu akan kebanjiran tatkala hujan. Plafon yang bolong-bolong di tiap titik membuat air hujan membahasi meja dan peralatan belajar anak.

Tidak itu saja, beberapa bagian sudah lapuk. Plafon yang masih rapat kabarnya kini beralih fungsi menjadi penahan air. Guru-guru khawatir kalau air sudah memenuhi papan bakal membuat plafon ambruk. "Sementara ini kami perbaiki menggunakan dana bantuan operasional (BOS). Cuma itu yang kami punya dan perbaikannya swadaya," ungkap Reti dengan wajah sayu.

Kata Reti, lima ruang masih efektif dipakai ruang belajar. Sebenarnya dua ruang yang dikatakan rusak, satu ruangan masih bisa dipakai untuk sementara. Kelas IV juga dalam tahap perbaikan. Beruntung siswa kelas I dan II masih bisa menerima belajar bersama dalam satu ruangan.

"Sebenarnya air gampang masuk karena atap gedung bocor. Bahkan genteng-genteng di bagian belakang berkurang. Kami akan segera laporkan ke pemerintah," tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem I Gusti Ngurah Kartika menegaskan sudah memerintahkan stafnya meninjau kondisi sekolah. Dia menambahkan, pada 2020 sejumlah sekolah sudah didata untuk mendapat perbaikan melalui dana alokasi khusus (DAK) dan APBD. "Pemerintah provinsi juga akan verifikasi. Kemungkinan kalau bisa penggeseran anggaran, sekolah itu bisa diperbaiki," tandas Kartika.

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia