Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Sportainment

Kacong; Supporter Bali United Bayar Kaul Jalan Kaki Bangli-Gianyar

22 Desember 2019, 19: 09: 04 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kacong; Supporter Bali United Bayar Kaul Jalan Kaki Bangli-Gianyar

BAYAR KAUL: Kacong jalan kaki dari Bangli menuju Stadion Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (22/12). (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

Beragam cara dilakukan supporter Bali United mendukung tim kebanggaannya. Seperti dilakukan I Wayan Sutresnayasa, asal Banjar Blumbang, Kelurahan Kawan, Bangli.  Pria 43 tahun yang akrab disapa Kacong ini bayar kaul dengan berjalan kaki. Start di Lapangan Kapten Mudita, Bangli menuju stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (22/12). Kok bisa?

I MADE MERTAWAN, Bangli

SEKITAR pukul 15.30, Kacong dan beberapa Semeton Dewata sudah berkumpul di sebelah utara Lapangan Kapten Mudita. Berbeda beda dengan rekan-rekannya yang sebagian besar duduk di atas motor, pria plontos yang kepala belakangnya sengaja dicukur bentuk lambang Bali United itu terlihat peregangan bak orang mau main bola. “Mau jalan kaki ke Stadion Dipta,” ujar Kacong. Kemarin memang jadwal pertandingan Bali United menjamu Madura United. Ini adalah pertandingan terakhir Bali United pada Liga 1 2019.

Kacong memutuskan berjalan kaki ke stadion karena bayar kaul. Itu setelah dia sempat berjanji, ketika Bali United bisa nambah poin lawan Semen Padang 2 Desember 2019, maka dia akan berjalan kaki dari Bangli sampai di Stadion Dipta. Seperti diketahui, pertandingan tersebut menjadi penentu Serdadu Tridatu-julukan Bali United menjadi juara Liga 1 2019. Ternyata, klub besutan Stefano Cugura Teco itu berhasil mengalahkan Semen Padang 2-0. Bali United memastikan gelar juara Liga 1 2019. Dan, Kacong pun harus membayar janjinya berjalan kaki menuju stadion pada match terakhir Bali United.

Ia tampak berjalan kaki didampingi sejumlah Semeton Dewata yang naik sepeda motor. Teman-temannya dibutuhkan sebagai antisipasi jika terjadi suatu hal di luar rencananya. Kacong start sekitar pukul 16.00. Dengan jarak tempuh sekitar 15 kilometer. “Saya jalan kaki lewat jalur utama. Pas balik ke Bangli setelah nonton, naik motor,” ungkap Kacong, lalu terkekeh.

Dikatakannya, kaul ini bukan kali pertama. Pria yang tidak pernah absen menyaksikan pertandingan Bali United di Kapten Dipta itu sebelumnya sudah pernah berkaul jalan kaki ke Kapten Dipta. Pertama ketika Bali United away ke kandang PSIS Semarang, serta Bali United v PSM Makasar. Namun akhirnya dia batal bayar kaul di dua laga itu karena Bali United gagal membawa pulang poin. Ia juga pernah kaul membawa tipat dan ayam panggang ke Kapten Dipta. “Saya lupa pastinya, yang jelas saat itu Bali United menang di kandang lawan. Saya bayar kaul dengan bawa sekitar 20 tipat, ayam panggang, sambal, dan air untuk dinikmati bersama supporter lainnya di Dipta,” ujarnya. Ia “suka” berkaul karena ingin memotivasi diri dan tim kebanggaannya.

Untuk bayar kaul kali ini, Kacong harus mempersiapkan dengan matang. Ia harus rajin berolahraga, seperti jogging di Lapangan Kapten Mudita, lari di pantai, hingga renang. Semua itu dilakukan agar fisiknya bagus. Maklum selama ini belum pernah jalan kaki sejauh itu.  “Kalau olahraga memang sering. Dulu saya pemain sepakbola di Bangli,” tegas dia. Secara niskala, dia juga memohon keselamatan dengan sembahyang sebelum jalan kaki.  (*)

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia