Minggu, 23 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Pukul Hidung Polisi Hingga Berdarah, Jangkrik Ternyata Anggota Ormas

23 Desember 2019, 21: 08: 11 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pukul Hidung Polisi Hingga Berdarah,  Jangkrik Ternyata Anggota Ormas

TERSANGKA : Jangkrik menjadi tersangka tunggal atas pemukulan terhadap anggota Propam Polda Bali. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Anggota Propam Polda Bali Bripka I Gede Gunendra  menjadi korban pemukulan. Pelaku pemukulan Putu Hery Asta Putra alias Jangkrik resmi memakai baju tahanan Polresta Denpasar dan ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam aksinya tersebut.

Saat dirilis pada Senin (23/12) di Polresta Denpasar, terungkap fakta bahwa tersangka merupakan salah satu anggota organisasi masyarakat (ormas) di Denpasar. Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Artha Ariawan menerangkan hal tersebut. "Tersangka merupakan salah satu anggota ormas yang ada di Denpasar," ungkapnya.

Lebih lanjut Kompol Artha menerangkan, korban awalnya lewat melalui jalan Cokroaminoto dekat tempat kejadian perkara (TKP) dan melihat ada pertengkaran.

"Korban anggota kami awalnya lewat di depan TKP, tepatnya di Jalan Cokroaminoto dekat SPBU di depan Hotel Harris, melihat ada pertengkaran antara tersangka dan I Ketut Adi,” jelasnya. “Niat korban hendak melerai agar keributannya tidak berlanjut, tetapi oleh tersangka malah dipukul," imbuhnya.

Tersangka Jangkrik memukul korban Bripka I Gede Gunendra hingga bagian hidung korban berdarah, tetapi korban tidak melakukan perlawanan. "Korban tidak melawan. Tersangka saat itu emosi dan dengan tangan kosong memukul korban di bagia hidung hingga berdarah," jelasnya Kompol Arthawan.

Setelah dipukul, korban menjelaskan bahwa dirinya merupakan anggota polisi yang hendak melerai perkelahian tersebut. "Mengetahui korban anggota polisi, tersangka langsung kabur menggunakan sepeda motornya," lanjut Kompol Arthawan.

Korban kemudian melaporkan pemukulan yang menimpa dirinya ke Polresta Denpasar. Selanjutnya  tim  reskrim Polresta Denpasar bergerak dan menangkap tersangka pada Sabtu (22/12) pukul 15.00 di kawasan Jalan Ahmad Yani, Denpasar.

"Tersangka kami kenakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman penjara hingga lima tahun delapan bulan," beber Kompol Arthawan.

Bersama tersangka juga diamankan sepeda motor Beat warna hitam yang digunakan korban saat kabur setelah memukul anggota Polda Bali tersebut.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia