Rabu, 26 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Bali United Datangi Jayasabha, Koster : Sing Ngidang Ngorang Ape Be

23 Desember 2019, 21: 27: 27 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bali United Datangi Jayasabha, Koster : Sing Ngidang Ngorang Ape Be

BANGGA : Gubernur Koster dan Wakil Gubernur Cok Ace menerima piala Liga I 2019 di depan Ruang Gajah, Jayasabha dari para pemain dan manajemen Bali United, Senin (23/12). Pemain BU Wawan Hendrawan membawa piala. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Keberhasilan Bali United menyabet gelar juara I di kompetisi Liga I 2019 membuat Gubernur Bali Wayan Koster speechless. Sulit untuk berkata-kata. Karena tidak menyangka, setelah sekian lama, kesebelasan itu berhasil merebut predikat juara satu.

Kemenangan Bali United itu, bagi Koster, merupakan kado bagi dirinya sendiri maupun Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana atau Cok Ace. Bahkan secara pribadi, kemenangan itu cukup mengejutkan dan mengagetkan.

Dulu Juara di Hati, Kini Jawara Indonesia (Chairul Amri Simabur)

“Saya tidak pernah berpikir akan ada prestasi yang gemilang seperti ini. Yang ditorehkan para pemain bersama pelatih, tentu saja pimpinan dalam manajemennya. Ini yang luar biasa,” sebut Koster saat menerima arak-arakan piala Juara I Kompetisi Liga I 2019 sekaligus menjamu tim kesebelasan dan manajemen Bali United di Jayasabha, Senin (23/12).

Menurut Koster, keberhasilan itu tidak hanya dalam konteks kemajuan dunia olahraga, khususnya sepak bola. Namun juga memberikan dampak luar biasa bagi Bali karena semakin mengangkat nama Bali.

“Kalau (dalam) Bahasa Bali (saya) bilang, sing ngidang ngorang ape be. Tidak bisa ngomong apalagi sudah,” selorohnya di hadapan tim kesebelasan dan manajemen Bali United di Kerta Sabha.

Karena itu, sambung Koster, selaku kepala daerah, ia merasa wajib untuk memberikan apresiasi. Dia menyebutkan, prestasi Bali United tersebut sebagai ikon dirinya selaku gubernur Bali dengan Visi Nangun Sat Kerti Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.

“Jadi di bidang olahraga, kami sudah sampai di tahapan pencapaian Bali Era Baru. Karena baru pertama kali mendapatkan juara yang betul-betul luar biasa seperti ini,” imbuhnya.

Momen ini, lanjutnya, menjadi inspirasi bagi dirinya agar ke depan pemerintah daerah ikut berkontribusi secara lebih, kuat, nyata, dalam memajukan olahraga di Bali, khususnya dunia sepak bola.

“Saya dengan Pak Wagub tadi pagi, apa yang bisa kita lakukan untuk apresiasi olahraga ini. Kalau sampai tidak berbuat apa-apa ke depan, malu kita. Jadi tanpa peran kami ini, sebagai gubernur, wakil gubernur, dan jajaran lainnya, adik-adik yang tergabung Bali United telah memberikan prestasi yang luar biasa. Kami yang berterima kasih, bukan adik-adik,” ujarnya lagi.

Karena itu, selaku Gubernur Bali, ia meminta tempo agar bisa mewujudkan apresiasi atas keberhasilan Bali United tersebut. Sebab, apresiasi berupa dana dari APBD yang akan diserahkan kepada klub baru bisa direalisasikan pada APBD Perubahan 2020.

 “Berikan saya waktu. Begini sebenarnya. Tadi saya memikirkan apa yang harus saya berikan. APBD-nya sudah selesai akhir tahun ini. Terus (APBD) yang 2020 sudah disahkan. Maka kami memikirkan dalam APBD Perubahan. Saya berhutang dulu ya sama adik-adik ini. Jadi kami akan berikan apresiasi ini kepada klub ini,” pinta Koster.

Di lain sisi, keberhasilan Bali United ini membuat dirinya semakin percaya diri  untuk mencapai obsesi menjadi salah satu venue pelaksanaan Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. Terlebih saat ini pihaknya sedang memikirkan untuk membuat Stadion Kapten Dipta berstandar internasional.

“Kami pikirkan itu (perluasan stadion). Sudah jadi agenda kami. Berkat prestasi Bali United ini, merespon pemerintah pusat untuk lakukan upaya dalam rangka event Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. Kami sudah mendorong Presiden dan Menpora agar event besar itu bisa dilaksanakan di Bali,” sebutnya.

Bahkan, pada Januari 2020 mendatang, pihaknya sudah mendapatkan kesempatan untuk beraudisensi dengan Kemenpora terkait upaya perbaikan dan pengembangan Stadion Kapten Dipta. Kapasitas stadion itu akan diperbesar. Karena saat ini dengan kapasitas 25 ribu penonton masih kurang. “Ini (kapasitas) harus diperbesar. Karena penontonnya tumpah ruah,” pungkasnya.

Sementara itu, owner Bali United, Pieter Tanuri, tak banyak memberikan sambutan. Namun dia mengaku merasa terhormat dengan apresiasi dan sambutan yang diberikan Koster. Pun demikian dengan para pemain. Terlebih klub mereka dijanjikan bonus.

 “Karena ada janji, janji Gubernur itu pasti dibayar. Itu saya yakin pasti terjadi. Lapangan bola saja mau direnovasi. Saya garansinya. Lebih baik nabung dikit kita,” ujarnya.

Ke depannya, sambung dia, sport tourism di Bali benar-benar bisa jalan. Seiring dengan keterkenalan Bali di mata dunia. “Justru kami numpang tenar dengan bawa-bawa nama Bali,” pungkasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia