Minggu, 26 Sep 2021
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik

Sukerana-Pengurus Golkar Bali Rujuk, Tepis Karena Kepentingan Pilkada

29 Desember 2019, 23: 30: 34 WIB | editor : Nyoman Suarna

Sukerana-Pengurus Golkar Bali Rujuk, Tepis Karena Kepentingan Pilkada

RUJUK: Made Sukerana (dua dari kanan) bersama pengurus Golkar Bali, salah satunya Sekretaris DPD I Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry (tengah), saat pertemuan yang berlangsung di Sekretariat DPD I Golkar Bali, Minggu (29/12). (CHAIRUL AMRI SIMABUR/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Politisi Golkar yang juga mantan Ketua DPD II Golkar Karangasem I Made Sukerana, pada Minggu sore (29/12) sowan ke pengurus DPD I Golkar Bali. Kehadiran Sukerana ke DPD I itu dalam rangka “rujuk” usai kisruh pasca pencopotan dirinya sebagai pimpinan partai di Karangasem, hingga berujung pada sengketa yang diselesaikan di Mahkamah Partai Golkar.

Kehadiran mantan wakil bupati Karangasem itu diterima langsung Sekretaris DPD I Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry, serta beberapa pengurus partai di tingkat provinsi lainnya,  seperti Ketua Tim Pilkada DPD I Golkar Bali I Made Dauh Wijana, yang sebelumnya menjadi ketua tim investigasi yang berujung pada pencopotan Sukerana sebagai ketua DPD II Golkar Karangasem, serta pimpinan partai di lima kabupaten lainnya. Lalu ada juga anggota Badan Pemenangan Pemilu Wilayah Bali DPP Golkar Dewa Made Widiyasa Nida. Pada akhir pertemuan, Sukerana bahkan meneken surat pernyataan sebagai berita acara. 

Baca juga: Rai Mantra Lepas 1.477 Peserta Denfest Color Run 5K

Dalam pertemuan rekonsiliasi itu, Sukerana menepis pemikiran-pimikiran terkait permohonan maafnya kepada pengurus DPD I Bali karena kepentingan pribadinya menjelang pilkada. Sehingga dengan cara seperti ini, dirinya yang belum lama ini mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati Karangasem bisa mendapatkan rekomendasi dari DPP.

“Bukan berarti saya minta maaf ini ada urusannya dengan Pilkada Karangasem. Bukan. Siapa pun yang dikeluarkan (rekomendasinya) oleh Golkar, saya akan tetap di barisan Golkar,” tegas Sukerana.

Bahkan dia mengaku, kalaupun tidak mendapatkan rekomendasi dari partai, dirinya siap pasang badan melakukan upaya pemenangan. Karena itu, kalau pun tidak terpilih sebagai calon bupati, dia berharap bisa masuk ke tim pemenangan.

“Saya memohon bisa dimasukkan ke tim pemenangan. Kalau tidak begitu, bagaimana saya bisa ketahuan bekerja,” tukas politisi dari Kubu, Karangasem ini.

Karena itu, dirinya di kesempatan itu berusaha meyakinkan kedatanganya ke Sekretariat DPD I Golkar Bali murni karena ingin meminta maaf. Terlebih dia mengaku, sejak mengajukan gugatan ke Mahkamah Partai, apapun hasilnya nanti akan dia terima dengan lapang dada. Serta sowan ke DPD I.

“Terus terang secara pribadi, apapun yang akan menjadi hasilnya, saya anggap akan selesai dan sowan ke DPD I,” katanya.

Diapun menegaskan, selama ini tidak ada masalah pribadi atau permusuhan dengan pengurus, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Namun dia tidak menampik adanya komunikasi yang kurang.  

“Saya mohon izin, karena ada masalah kemarin. Sudah clear. Saya minta maaf secara terbuka. Saya mohon izin untuk mengambil formulir. Beliau (Ketua Plt Ketua DPD I Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih) mempersilahkan. Karena beliau mengatakan saya masih kader (Golkar),” tukasnya.

Dia menekankan, permohonan maaf yang disampaikannya itu tanpa ada tekanan dari pihak manapun. Justru, sikapnya ini lebih dikarenakan dorongan dari keluarganya sendiri, baik dari istri maupun anak. Karena bagaimanapun juga, saat dirinya berhasil menjadi wakil bupati Karangasem, itu berkat Golkar juga.

Dia juga tidak ada niatan untuk mengajak mantan ketua DPD II Golkar yang di-Plt-kan untuk melakukan hal serupa. Karena ini menyangkut kesadaran pribadi. Pun demikian, saat dirinya mengambil formulir pendaftaran calon bupati di DPD II Golkar Karangasem, besoknya tidak ada yang mengontaknya. “Ini soal kesadaran masing-masing,” tukasnya.

Soal permintaan maaf dari Sukerana tersebut, Sugawa Korry mengaku DPD I Golkar Bali menyambutnya dengan baik. Sehingga pihaknya membuka ruang bagi Sukerana. “Orang lain saja bisa kami terima,” ujarnya.

Justru, sambung dia, dengan permohonan maaf tersebut, dia memandang Sukerana merupakan kader yang berisi. Maksudnya, Golkar tidak rugi mengkader Sukerana. “Walaupun tadinya berbeda pendapat, kalau partai sudah ambil keputusan melalui jalur dan mekanisme, keputusan itulah yang mesti dijunjung,” sebut politisi yang juga wakil ketua DPRD Bali ini.

Bahkan, sambung dia, Golkar Bali telah memaafkan seluruh kader yang sempat bersitegang selama ini. Pun demikian dengan lima mantan ketua DPD II Golkar yang di-Plt-kan. “Apa yang terjadi selama ini, kami jadikan pengalaman berharga,” tandasnya, seraya menyebutkan, keinginan Sukerana untuk masuk tim pemenangan seandainya tidak mendapatkan rekomendasi, akan diakomodasi.

Sementara itu, anggota Pemenangan Pemilu Wilayah Bali DPP Partai Golkar Dewa Widiasa Nida yang ikut hadir di Sekretariat DPD I Partai Golkar Bali, akan menyampaikan rekonsiliasi yang terjadi dengan Sukerana ini kepada DPP. “Saya sebagai pengurus DPP, apa pun nanti saya akan sampaikan niat baik dari Pak Made Sukerana,” ujarnya singkat.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP