Rabu, 26 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Tebar Bau Busuk Akibat Limbah Hotel, Tukad Kalibukbuk Dibersihkan

03 Januari 2020, 23: 37: 29 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tebar Bau Busuk Akibat Limbah Hotel, Tukad Kalibukbuk Dibersihkan

BERSIHKAN LIMBAH: Dinas terkait dan masyarakat membersihkan limbah Sungai Kalibukbuk yang selama ini dijadikan tempat pembuangan limbah hotel dan restoran. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Air Sungai (Tukad) Kalibukbuk yang berwarna hitam pekat akibat pembuangan limbah, pada Jumat (3/1) mulai dibersihan. Pembersihan aliran sungai yang bermuara di Pantai Lovina, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng itu dilakukan secara gotong royong. Mereka yang terlibat dalam pembersihan, mulai dari pihak Kecamatan Buleleng, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkimta, Dinas PUPR, Polsek, Koramil, pelaku priwisata, hingga masyarakat sekitar.

Dengan membawa beberapa peralatan seperti sapu lidi, sabit, sekop, cangkul dan lainya, pembersihan dilakukan mulai dari muara sungai di Pantai Lovina sekitar pukul 07.00. Pembersihan juga dilakukan hingga menyusuri aliran sungai.

Camat Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara menjelaskan, sebelumnya limbah di Tukad Kalibukbuk sempat dikeluhkan warga dan wisatawan. Pasalnya ada belasan restoran dan hotel yang membuang limbah secara sembarangan.

Namun, dinas terkait, sebut Dody, sudah melakukan penyedotan terhadap air limbah yang mencemari sungai untuk mengurangi bau busuk yang dikeluarkan pada Selasa (31/12/2019) lalu. “Kami sudah lakukan survey pada tanggal 1 dan 2 Januari, bau tersebut sudah hilang,” ujar Dody.

Selama ini, genangan air limbah terjadi akibat penyempitan aliran sungai menuju laut. Solusinya, pihaknya telah mengeruk pasir untuk memperlancar aliran air. Termasuk membersihkan sampah yang mengendap yang diklaim menjadi sumber bau busuk.

Lanjut Dody, pihaknya sedang melakukan analisa rancangan anggaran biaya yang dibutuhkan untuk normalisasi secara permanen terhadap aliran Tukad Kalibubuk melalui Dinas PUPR. Di sisi lain, pengusaha yang kerap membuang limbah di sungai tersebut juga sudah didata. “Dari situ kami akan lakukan pembinaan. Kalau pembinaan tidak dihiraukan, kami akan berikan surat teguran, sampai ujungnya nanti pencabutan izin,” tegasnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Kalibubuk I Ketut Suka mengklaim, selama ini telah berusaha mencarikan solusi atas keluhan warga dan wisatawan terkait limbah yang bermuara di Pantai Lovina. Hanya saja belum bisa maksimal dijalankan, lantaran terbentur aturan dan kewenangan.

“Biar tidak kontradiksi, ketika kami ingin berbuat malah disalahkan. Kewenangannya biar jelas,” katanya.

Pihaknya pun mendesak dinas terkait agar ada kejelasan untuk melakukan pendataan ulang terhadap para pengusaha yang membuang limbah di sungai tersebut. Terlebih, sebelum usaha beroperasi, telah dilakukan amdal. Sehingga, bila melenceng dari amdal tersebut, sudah pasti diberikan sanksi yang tepat. “Kami tidak ada kewenangan untuk melakukan tindakan apabila terjadi pelanggaran,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, limbah restoran berwarna hitam pekat di kawasan Lovina, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng yang dibuang ke saluran drainase, sempat dikeluhkan warga dan wisatawan. Dari penelusuran, ternyata terdapat 23 usaha hotel maupun restauran yang membuang limbah di kawasan tersebut.

Atas sorotan itu, Dinas Lingkungan Hidup Buleleng langsung melakukan rapat koordinasi bersama dinas terkait, Camat Buleleng, Perbekel Kalibukbuk, ketua PHRI, dan ketua Pengelola Kawasan Lovina, Senin (30/12/2019) lalu. Rapat koordinasi ini membahas tentang penanganan limbah cair yang ada di kawasan Lovina.

Rapat koordinasi dipimpin Asisten Administrasi Umum Setda Buleleng Gede Suyasa juga memutuskan melakukan penanganan jangka pendek dan jangka panjang, guna mengatasi limbah yang tergenang di saluran drainase tersebut. Jangka pendeknya Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta), akan melakukan penyedotan limbah cair tersebut untuk menghilangkan genangan limbah. Penyedotan akan dilakukan terus jika ada genangan limbah yang terjadi di saluran drainase itu.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia