Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Features

Langkah Pemkab Badung Tangani Sampah Pasca Tak Boleh Masuk Suwung

06 Januari 2020, 09: 26: 44 WIB | editor : I Putu Suyatra

Langkah Pemkab Badung Tangani Sampah Pasca Tak Boleh Masuk Suwung

PILAH: Petugas DLHK Kabupaten Badung memilah sampah yanh dititip sebelumnya di Kurahan Tuban, Kuta, Minggu (5/1). (ISTIMEWA)

Share this      

Tempat Pengolahan Sampah (TPS) sementara Mengwi telah beroperasi. TPS kerja sama Pemkab Badung dengan pihak ketiga ini dioptimalkan untuk membakar sampah yang tak bisa diolah.

NYOMAN SURPA ADISASTRA, Badung

SAMPAH yang diprioritaskan, yakni yang beberapa waktu belakangan dititip di elurahan Tuban, Kecamatan Kuta. Minggu (5/1), pun dilakukan pemilahan.

Pemilahan sampah dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung. Puluhan petugas dilibatkan. Sampah yang tidak bisa diolah lagi, dikirim ke TPS sementara Mengwi. Pemilahan ditarget selesai dalam waktu sebulan.

Plt Kepala DLHK Badung, IB Surya Suamba menjelaskan, pemilahan dilakukan agar pengolahan lebih optimal. “Barangkali ada sampah yang masih bisa diolah. Yang tidak bisa diolah, barulah dibawa ke TPS yang ada di Mengwitani untuk dibakar dengan mesin incinerator,” ungkapnya.

Salah satu yang masih bisa diolah, adalah sampah organik. Sampah ini akan dijadikan pupuk oleh TPS-TPS terdekat. Sedangkan sampah plastik dan lainnya yang bisa dimanfaatkan akan dikirim ke bank sampah. "Inilah pentingnya pemilahan," jelas Kadis PUPR Badung ini.

Tak hanya sampah yang dititip di Tuban pascapenutupan akses Badung ke TPA Suwung, sampah pantai yang tak bisa diolah pun akan dibawa ke TPS Mengwi. Sebelumnya dilakukan pula pemilahan. “Sampah kayu langsung dibawa ke TPS sementara, sedangkan untuk sampah plastik kami biarkan untuk diambil pemulung,” terang pejabat asal Tabanan ini.

Sebelumnya, Pemkab Badung bekerja sama dengan pihak ketiga membangun TPS Sementara di sebelah Terminal Tipe A Mengwi. TPS ini menjadi tumpuan pemerintah selain Bank Sampah dan TPST yang dibangun di desa dan kelurahan untuk pengolahan sampah. Diharapkan sampah terolah dengan optimal, mulai dari desa dan kelurahan sehingga tak menjadi masalah. Bahkan dari sampah menjadi pundi rupiah. Sampah yang tak terolah barulah dikirim ke TPS Mengwi untuk dibakar dengan api bersuhu tinggi melalui mesin incinerator, sehingga minim residu dan diklaim ramah lingkungan.

Langkah cepat diambil Badung karena ada polemik di TPA Suwung, yang akhirnya menyetop Badung membuang sampah ke TPA Suwung. 

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia