Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Politik

Dewa Raka Sandi Calon PAW KPU RI yang Kena OTT KPK

09 Januari 2020, 20: 21: 12 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dewa Raka Sandi Calon PAW KPU RI yang Kena OTT KPK

Dewa Wiarsa Raka Sandi (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Jumlah komisioner KPU RI praktis berkurang sejak Wahyu Setiawan terjaring operasi tangkat tangan (OTT) karena kasus suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (8/1).

Menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 yang akan diselenggarakan pada 23 September 2020 mendatang, jumlah komisioner KPU RI hanya tersisa hanya enam orang. Apalagi kalau sampai nantinya, KPK menetapkan Wahyu Setiawan sebagai tersangka.

Di sisi lain, situasi itu membuat pergantian antarwaktu (PAW) untuk mengisi kekosongan jumlah komisioner tersebut berpeluang terjadi. Dan terkait itu, nama anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bali, Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, disebut-sebut sebagai calon pengganti antarwaktu (PAW) dari Wahyu Setiawan.

Pasalnya, Raka Sandi yang juga mantan Ketua KPU Bali itu sempat mengikuti seleksi komisioner KPU RI pada 2017 lalu. Setelah melalui fit and proper test di Komisi II DPR RI kala itu. Dan dia menempati peringkat delapan dalam penghitungan suara.

Saat dikonfirmasi pada Rabu malam (8/1), Raka Sandi mengakui bahwa dirinya sempat mengikuti seleksi komisioner KPU RI pada 2017 lalu. Hanya saja langkahnya terhenti pada saat penghitungan suara. Waktu itu peringkat suaranya ada di urutan ke delapan.

“Yang dilantik itu yang peringkat perolehan suaranya satu sampai tujuh. Seingat saya Pak Wahyu sama Mas Pramono yang terbanyak. Kemudian seluruh nama itu diranking. Saya memperoleh 21 suara dengan urutan delapan,” jelasnya.

Disinggung mengenai PAW, Raka Sandi mengaku enggan mendahului atau berspekulasi. Terlebih proses hukum terhadap Wahyu Setiawan sendiri masih berlangsung. Selain itu, keputusan PAW atau tidak bergantung pada kebijakan pusat.

“Dalam hukum ada azas praduga tidak bersalah. Saya juga tidak mau mendahului dan berspekulasi,” tegasnya.

Karena itu, sambung dia, dirinya sudah berkoordinasi dengan Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani. Dan dia menegaskan bahwa dirinya masih akan bertugas sebagai anggota Bawaslu Bali.

“Seperti hari-hari biasanya. Sambil menunggu perkembangan lebih lanjut di pusat. Pada prinsipnya tugas di Bawaslu maupun KPU itu sama-sama menyukseskan pemilu,” pungkasnya.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia