Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Features
Sejarah Pembangunan Tol Bali Mandara (24)

Operator Crawler Crane Proyek Tol Bali Mandara Cuma Tamatan SD

11 Januari 2020, 05: 00: 59 WIB | editor : I Putu Suyatra

Operator Crawler Crane Proyek Tol Bali Mandara Cuma Tamatan SD

CUMA TAMATAN SD: Sukarno, sopir crawler crane proyek Tol Bali Mandara hanya lulusan SD. (JASAMARGA BALI TOL FOR BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Sosok Sukarno, pria asal Bantul, Jogjakarta, ini punya peran cukup signifikan pada proyek Jalan di Atas Perairan (JDP) yang sekarang diberi nama Tol Bali Mandara dalam pemasangan tiang pancang paket 3. Maklum, Pak Karno --panggilan akrabnya, operator mesin crawler crane bekerja cukup cekatan sehingga pemancangan paket 3 lebih dulu kelar ketimbang yang lainnya.

Pemancangannya tiang di paket yang berada di depan Bandara Ngurah Rai arah Simpang Benoa, ini sendiri selesai Rabu (5/12/2012) tengah malam. Sementara tiga paket lainnya masih butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikan item pekerjaan pemancangan tiang.

Ketika koran ini menyaksikan pemancangan tiang terakhir, jalan menuju lokasi paket tiga itu terlihat gelap. Hanya ada penerangan di beberapa sudut jalan. Jalan pun becek, bekas pengecoran sehingga mesti hati- hati mengendarai sepeda motor.

Tiba di lokasi, sekitar pukul 23.00, terlihat para crew paket 3 tersebut sibuk yang pengerjaannya telah dimulai sekitar pukul 21.00. Ada yang terlihat sibuk menyambung tiang dengan cara dilas dan dilanjutkan menancapkan tiang tersebut. Hanya diterangi lampu sorot, mereka tampak gesit mengerjakan proyek pemasangan tiang terakhir tersebut.

Pak Karno tampak cukup gesit menancapkan tiang- tiang tersebut hingga selesai. Pria dengan tubuh kurus dan terlihat lugu. Tapi, kalau sudah di di balik kemudi crane, sontak berubah. Ia tampak kuat dan bertanggungjawab dalam bekerja.

Dirinya mengaku sudah sekitar 2,5 bulan bekerja di Bali. Tugasnya, khusus dalam pengerjaan proyek JDP Paket 3. Tak heran, ia pun senang ikut andil dalam pengerjaan jalan di atas perairan kali pertama dibuat di Pulau Seribu Pura ini. “Selama kerja di Bali saya hanya baru pulang satu kali dan ini sudah biasa,” terang bapak tiga anak itu.

Lantas dari mana belajar untuk mengoperasikan mesin Crawler Crane. Menurut Pak Karno, dirinya belajar secara otodidak. Maklum, Pak Karno itu pendidikannya hanya tamatan Sekolah Dasar. Cuma, sejak 1992 dua sudah menjadi helper (kernet) operator crane. Hal itu dijalani selama tiga tahun. Berkat kegigihannya belajar di lapangan atau pengalaman dalam mengemudikan crane akhirnya ia didaulat untuk menjadi operator. “Memang dulu saya kerja jadi helper operator crane. Lama- kelamaan saya disuruh bawa crane sama bos. Jadinya sampai sekarang di operator crane, ” aku Karno seraya mengungkapkan menjadi operator ini di Bali mendapatkan gaji Rp 100 ribu per hari.

Sejauh ini, kendalanya seperti apa? Kata dia, ketika alat rusak pekerjaan akan menjadi terhambat dan kalau mendapatkan tanah lembek yang membuat tiang pancang mudah bergeser. Tapi, kata dia, biasanya mereka sudah mengikat agar tidak bergeser. Namun, baginya itu sudah biasa. Pasalnya, setiap proyek tugas Pak Karno mulai dari setting pancang, mengemudikan crane sehingga telah mengetahui lika-liku dalam memasang tiang tersebut.  “Tapi menjadi operator crane, filling kita harus tepat. Kalau tidak, bisa berbahaya bagi kita dan proyek. Karena, sepintas terlihat gampang tapi kalau nggak hati-hati berakibat fatal,” terangnya.

Mesti begitu, selama bekerja di Bali suka duka dari Karno sangat simpel. Kata dia, kerja di Bali pasti ada suka dan duka. Kalau sukanya,  ia bekerja tentunya dapat uang dan dukanya jauh dari keluarga. “Tapi yang paling saya suka itu kalau proyeknya lama, kan kalau proyek lama bisa dapat uang banyak untuk makan, ” terangnya.

Sekadar diketahui, crawler crane adalah suatu mesin pengangkat yang bersifat dinamis, dalam arti mesin ini tidak hanya bekerja pada satu tempat. Tetapi dapat pula melakukan perpindahan tempat saat pengangkatan beban. Khusus untuk proyek JPD mereka menggunakan Crawler Crane kapasitas 50 ton.

Selain itu, dalam pengerjaan pemasangan tiang pancang terakhir di paket 3 itu langsung disaksikan juga oleh  Ir Akhmad Tito Karim ,M.M,  Direktur Utama Jasa Marga Bali Tol, Drajad Hari Suseno Humas JDP, I Nyoman Sujaya Project Manager PT Hutama Karya (HK) beserta crew pengerjaan proyek paket tiga tersebut. Usai memasang tiang sekitar pukul 00.50, mereka melakukan seremonial dan memberikan sertifikat kepada PT Hutama Karya yakni Nyoman Sujaya, beserta crew yang terlibat termasuk pak Karno yang diberikan oleh pihak Jasamarga Bali Tol. Ini sebagai bentuk penghargaan mereka untuk mengerjakan proyek tersebut yang tercepat.  (*)

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia