Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Balinese
Misteri Pura Batan Bingin di Desa Buwit (2)

Tempat Mohon Diberkati Pekerjaan dan Taksu Seni

11 Januari 2020, 17: 39: 27 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tempat Mohon Diberkati Pekerjaan dan Taksu Seni

TABANAN, BALI EXPRESS - Banyak yang berdoa dan meminta restu di Pura Batan Bingin di Banjar Dinas Kelakahan, Desa Buwit, Kediri, Tabanan, agar apa yang dilakukan menuai hasil.

Jika pohon beringin di Pura Batan Bingin memiliki banyak pantangan, maka palinggih di pura dipercaya memberi keberkahan kepada pamedek yang datang  sembahyang. Suasananya tenang, karena kawasan pura cukup luas. Di  area jaba tengah terdapat  beberapa palinggih, mulai dari Palinggih Pasimpangan Melanting, Pasimpangan Ratu Gede Anom, Pasimpangan Beji Golok, dan Gusti Nyoman Belolotan.

“Dua palinggih di jaba tengah, yakni Pasimpangan Melanting dan Gusti Nyoman yang paling sering menjadi tempat pamedek berdoa meminta keberkahan,” ujar pemangku
Pura Batan Bingin, Jro Mangku I Nengah Lalahkepada Bali Express (Jawa Pos Group) awal pekan kemarin. Dikatakan  Jro Mangku I Nengah Lalah, Pasimpangan Melanting sering didatangi oleh orang yang berprofesi sebagai pedagang.


Sarana yang dibawa pamedek  berupa pajati dan canang sari. Jro Mangku I Nengah Lalah akan memimpin doa, kemudian tirtanya nantinya dipercikkan di dagangan dan tempat berjualan.

“Masalah laris atau tidak, kami tidak tahu hasilnya. Namun yang jelas tiap bulan, setiap Buda Cemeng sering ada yang datang lagi, bahkan nunas (memohon) canang di Palinggih Pasimpangan melanting untuk ditaruh di pelangkiran dagangnya,” imbuh Ni Nyoman Sinta, menantu Jro Mangku I Nengah Lalah sekaligus juru banten di Pura Batan Bingin.
Palinggih kedua yang sering didatangin pamedek adalah Palinggih Gusti Nyoman Belolotan. Palinggh satu ini unik dengan tinggi  setengah meter dan terletak tepisah dari palinggih lainnya di jaba tengah. Palinggih Gusti Nyoman Belolotan dianggap sebagai penjaga area pura. Sebelum bersembahyang di palinggih lain, maka harus mabanten dulu di palinggih satu ini.


Sekitar 30 tahunan, lanjut Jro Mangku I Nengah Lalah, pamedek mulai mempercayai bahwa di palinggih unik ini orang bisa meminta restu agar lebih dipermudah untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. "Salah satu pekerjaan yang sering pamedek mohon dilancarkan agar direstui oleh beliau menjad polisi ataupun tentara. “Ketika berhasil, pamedek tersebut membayar kaul karena doanya terkabul. Semenjak itu orang akhirnya tahu, jadi makin banyak pamedek kalau mau jadi polisi atau tentara meminta restu di pura sini,” ujar Jro Mangku I Nengah Lalah.
Ditambahkannya, tidak hanya menjadi polisi atau tentara, pamedek yang mencari pekerjaan lain pun juga sering datang berdoa di Palinggih Gusti Nyoman Belolotan. Ada yang mencari pekerjaan di pemerintahan maupun swasta, datang meminta restu pada beliau. “Pokoknya istimewa palinggih ini, bahkan dahulu sempat ingin dipindah, tapi diurungkan, padahal palinggihnya kecil,” ujarnya.


Di  utamaning mandala pura yang diempon 80 Kepala Keluarga (KK) ini, ada beberapa palinggih, mulai dari Pasimpanagan Ratu Biyang, Palinggih Ratu Ayu, Palinggih Ratu Gede Putus, dan Palinggih Ratu Ngurah.


Selain memiliki piodalan tiap enam bulan sekali, Pura Batan Bingin juga memiliki odalan tiap bulan, tepatnya pada Buda Cemeng. "Palinggih Ratu Ayu adalah palinggih tempat orang mencari taksu seni.


Pamedek membawa banten pajati ketika akan nunas taksu," ujarnya. Proses pertama tentu saja harus berdoa  di Palinggih Gusti Nyoman Belolotan. Jro Mangku I Nengah Lalah mengatakan, kalau tidak berdoa di Palinggih Gusti Nyoman Belolotan, maka pamedek tidak akan bisa menerima taksu dari Ratu Ayu. " Palinggih Gusti Nyoman Belolotan melambangkan penjaga pura, dan harus memberi izin jika mau sembahyang di Pura Batan Bingin. Makanya, selalu saya ajak dulu sembahyang di sana, baru kemudian nunas taksu,” terangnya.


Seseorang yang nunas taksu di Palinggih Ratu Ayu, lanjutnya,  percaya dirinya langsung bangkit. Pengalaman itu pernah terjadi ketika ada acar tari di bale banjar. Ada warga diminta menari tidak mau, karena malu.Lalu diperciki tirta dari Pura Batan Bingin, warga tersebut langsung mau menari dan percaya diri. “Salah satu dalang yang kini terkenal di Bali  pernah ke sini, datang untuk nunas taksu di Palinggih Ratu Ayu,” beber I Nengah Warta, 52, anak dari Jro Mangku I Nengah Lalah kepada koran ini.


“Pokoknya taksu seni, mulai dari menari, masolah, magambel hingga dalang bisa di Palinggih Ratu Ayu ini,” tambahnya.


Dijelaskannya, Pura Batan Bingin memiliki sebuah pretima berupa macan. Demi keamanan, pretima disimpan di gedong suci rumah Jro Mangku I Nengah Lalah. (habis)

(bx/sue/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia