Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Pura Puseh Bantang Terbakar, Diduga Akibat Api Dupa

12 Januari 2020, 18: 17: 45 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pura Puseh Bantang Terbakar, Diduga Akibat Api Dupa

TERBAKAR: Warga berusaha menjinakkan si jago merah yang membakar Pura Puseh, Desa Bantang, Kintamani, Minggu (12/1). (HUMAS POLRES BANGLI FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS- Warga Desa Bantang, Kecamatan Kintamani, Bangli digegerkan dengan kebakaran Pura Puseh desa setempat, Minggu (12/1). Kejadian yang  diketahui warga sekitar pukul 05.30 itu, menghanguskan dua bangunan, yakni Balai Pengaruman dan tempat penyimpanan arca. Dugaan sementara, kebakaran akibat api dupa yang lupa dimatikan.

Perbekel Bantang I Gede Sukajaya menuturkan, Sabtu (11/1), sekaa teruna-teruni Desa Bantang gotong royong bersih-bersih Pura Puseh. Dilanjutkan sembahyang bersama siang harinya. Gotong royong ini rutin dilakukan saban Purnama-Tilem. Kali ini giliran bersih-bersih di Pura Puseh. “Bisa saja karena lupa matikan dupa, jadinya kebakaran. Karena kalau korsleting listrik, tidak mungkin. Di sana tidak ada listrik,” ungkapnya.

Disinggung terkait waktu sembahyang dengan kebakaran yang terbilang lama, Sukajaya menduga api secara perlahan melahap bangunan itu. Warga tahu kebakaran ketika api sudah besar. Hal itu tidak terlepas dari keberadaan pura jauh dari pemukiman warga. Pemukiman paling dekat dengan pura jaraknya sekitar 400 meter. “Kebakaran pertama kali diketahui oleh warga di seberang jurang, masih wilayah Bantang. Mereka melihat asap mengepul di pura, lalu menyampaikan ke warga lain,” tutur Sukajaya.

Mengetahui kejadian itu, lanjut dia, warga berdatangan ke pura hingga ada yang nepak kulkul. Mereka bersama-sama memadamkan api dengan alat seadanya. Lebih dari satu jam usaha memadamkan api dilakukan warga, setelah itu barulah Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangli datang. Petugas langsung melakukan pendinginan. Dua bangunan yang terbakar yakni Balai Pengaruman dan tempat penyimpanan arca. “Arca selamat karena terbuat dari batu. Tapi bangunannya ludes,” tegasnya. Atas kejadian itu, krama desa akan menggelar paruman (rapat), Senin (13/1). Paruman membahas langkah selanjutnya, baik sekala berupa pembangunan ulang maupun niskala pascakebakaran.

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, kebakaran mengakibatkan desa setempat mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta. Kebakaran terjadi diduga berasal dari api dupa. “Diduga api berasal dari api dupa dikarenakan sebelum kejadian muda mudi Desa Bantang melaksanakan persembahyangan,” terang Sulhadi. Menurutnya, persembahyangan dilakukan Sabtu (11/1) sekitar pukul 18.00.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia