Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Politik

Pilkada 2020, Gerindra Pilih Wait and See

12 Januari 2020, 22: 39: 26 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pilkada 2020, Gerindra Pilih Wait and See

PENDIDIKAN POLITIK: Ketua DPD Partai Gerindra Bali Ida Bagus Putu Sukartha memberikan pendidikan politik terkait doktrin kepartaian kepada para kader Partai Gerindra se-Bali, Minggu (15/12/2019). (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dinamika menjelang Pilkada Serentak 2020 membuat DPD Gerindra Bali memilih wait and see. Khususnya dalam membangun koalisi dengan partai lain agar bisa mencalonkan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Sampai sejauh ini, DPD Gerindra Bali masih menunggu hasil komunikasi politik yang dibangun masing-masing pengurus cabang di enam kabupaten/kota yang bakal menggelar Pilkada Serentak 2020 digelar.

Untuk mengetahui progress tersebut, Sabtu lalu (11/1), DPD Gerindra Bali melakukan rapat bersama enam pengurus DPC. Khususnya yang akan berhadapan dengan Pilkada, yakni Jembrana, Tabanan, Badung, Denpasar, Bangli, dan Karangasem.

“Kami sudah berkoordinasi pada Sabtu (11/1) lalu dengan DPC-DPC yang akan menghadapi Pilkada. Meminta laporan mereka, masukan mereka mengenai elektabilitas calon-calon yang perlu jadi perhatian dan pertimbangan untuk diusulkan ke pusat nanti,” jelas Ketua DPD Gerindra Bali IB Sukartha.

Selain itu, rapat tersebut juga mengulas mengenai pihak mana saja yang sudah merapat ke Gerindra untuk meminta dukungan. Baik itu dari partai politik, kader partai politik, atau figur perseorangan. “Sejauh ini yang secara resmi bersurat baru di Karangasem. Ibu Mas (I GA Mas Sumatri),” ungkapnya.

Sementara di daerah lain, sambungnya, baru sebatas lisan. Belum sampai ada surat resmi. Seperti di Jembrana ada enam orang yang merapat berniat membangun koalisi untuk nantinya melakukan penjaringan bersama.

“Termasuk di Bangli. Meskipun kami hanya dapat satu kursi di sana, tetapi ada tokoh-tokoh yang sudah melakukan pendekatan. Situasinya secara global seperti demikian,” tegasnya.

Karena itu, sambung dia, pihaknya masih sangat terbuka untuk bermitra dalam memenangkan Pilkada Serentak 2020. Pihaknya melihat, sejauh ini DPC-DPC yang akan menghadapi pilkada juga sudah gencar berkomunikasi dengan partai lain. Serta dengan figur bakal calon baik dari kalangan partai atau perseorangan.

“Di samping itu, tahapan pilkada di KPU, pendaftarannya baru pada Juni 2020. Sehingga situasinya saat ini masih cair,” imbuh politisi asal Sanur, Denpasar Selatan ini.

Tentu dengan konteks koalisi nanti, pihaknya berharap ada kader Gerindra yang bisa diterima sebagai bakal calon. Sekalipun itu sebatas diusulkan dan tidak terpilih dalam koalisi nantinya.

“Kami sangat senang kalau ada kader yang siap maju. Entah itu jadi wakilnya. Kalaupun nanti tidak terpilih, itu bukan berarti mengurangi dukungan kami pada koalisi,” tegasnya.

Seiring waktu, rapat koordinasi dengan seluruh DPC yang akan menghadapi pilkada juga akan terus diintensifkan. Karena mekanisme di internal Gerindra seperti yang dia sebutkan, berasal dari bawah. Dari DPC dan kemudian diantarkan ke DPP oleh DPD.

“Tapi saat ini kan paket belum ada (yang jadi). Kami baru sebatas melaporkan kondisi di lapangan (ke DPP). Tentu nantinya akan ada pertemuan susulan. Lihat situasinya juga. Tidak sedini mungkin juga rekomendasi calon dikeluarkan. Apalagi pasangannya juga belum ada,” pungkasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia