Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Features
Sejarah Pembangunan Tol Bali mandara (26)

Ada Satu Korban Tewas dalam Proyek Tol Bali Mandara

13 Januari 2020, 05: 00: 59 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ada Satu Korban Tewas dalam Proyek Tol Bali Mandara

Drajad Ha Suseno (kiri) (JASAMARGA BALI TOL FOR BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Proyek pembangunan tol pertama di Bali atau yang dikenal dengan sebutan Jalan di Atas Perairan (JDP) atau yang sekarang diberi nama Tol Bali Mandara “memakan” satu korban nyawa. Dia adalah Sumardianto, 31. Pekerja proyek asal  Desa Adisan, Kebasen , Banyumas, Jateng, ini meregang nyawa tertimpa tiang pancang beton , Rabu (19/9/2012) sekitar pukul 16.30.

Sebelum peristiwa itu, korban naik ke atas tumpukan beton untuk melepas tali yang mengikat tiang pancang tersebut. Sialnya, usai melepas tali mendadak tiang pancang yang sudah tersusun bagian bawah menggelinding dan menimpa korban hingga korban tewas di tempat.  

“Kecelakaan yang menewaskan korban diakibatkan oleh tumpukan beton yang tersusun rapi tersebut bergeser dan menimpa korban,” kata Kasubag Humas Polresta Denpasar, IB Made Sarjana, Sabtu (22/9/2012).

Hal serupa juga disampaikan Kapolsek KP3 Benoa, Kompol Subiran. Menurutnya, kasus tersebut diakibatkan pasang surutnya air laut. Sehingga tumpukan beton bergeser dan menimpa korban yang pada saat itu berada tidak jauh dari tumpukan beton. Kasus tersebut terjadi pada pembangunan JDP paket 4.

"Tidak terjadi human error di sini," pungkas AKP Sarjana, kasus tersebut murni kecelakaan kerja dan crane (alat angkut berat) pada saat kejadian tidak sedang beroperasi.

Humas JDP, Drajad H Suseno sendiri mengatakan, pihaknya sudah memperhatikan korban tewas dalam proyek ini. Selain mendatangkan istri korban yang seorang TKI di Malaysia, juga memberikan santunan dan mengurus biaya pemakaman.

Tidak itu saja. Pihak JDP juga melakukan pembersihan di lokasi kejadian. Selain pebersihan secara sekala (alam nyata) dan niskala (alam tidak nyata). Secara sekala dilakukan dengan membersihkan lokasi kecelakaan seperti biasa. Sementara secara niskala, digelar upacara mecaru. (*)

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia