Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Balinese

Sulinggih di Denpasar Dapat Punia Rp 2 Juta per Bulan Plus BPJS

13 Januari 2020, 19: 05: 08 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sulinggih di Denpasar Dapat Punia Rp 2 Juta per Bulan Plus BPJS

SULINGGIH: Para Sulinggih di Denpasar mendapatkan punia Rp 2 juta per bulan dari Pemkot Denpasar. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Pemerintah Kota Denpasar tahun ini masih memberikan punia atau insentif kepada sulinggih, pemangku kahyangan desa, pekaseh, pangliman, bendesa adat, kelian adat, dan penua pecalang desa.Selain berupa uang, juga diberikan tanggungan BPJS Kesehatan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram saat ditemui Senin (13/1) mengatakan besaran punia untuk sulinggih yakni Rp 2 juta perbulan. Selain itu juga mendapat tanggungan BPJS Kesehatan kelas I. "Jumlah sulinggih yang menerima punia yakni 227 sulinggih. Untuk tanggungan BPJS ditanggung Pemkot untuk lanang istri (laki dan perempuan)," kata Mataram.

Mataram mengatakan, begitu melaksanakan upacara Dwijati dan mendapat SK dari PHDI langsung mendapat punia ini. "Begitu dapat SK dari PHDI langsung dapat punia," jelasnya.

Selain sulinggih, pemangku kahyangan yakni pemangku Pura Puseh, Pura Desa, dan Pura Dalem juga mendapat punia Rp 1 juta perbulan. Jumlah pemangku yang mendapat instensif ini sebanyak 156 pemangku. "Pemangku ini untuk belanja jasa kepada pemangku dalam rangka ngaturang sesodan di pura," ujarnya.

Untuk Penua Pecalang sebanyak 35 orang mendapat masing-masing Rp 1.045.000 perbulan. Bendesa adat sebanyak 35 orang mendapat insentif masing-masing Rp 2 juta. Kelian Adat sebanyak 35 orang mendapat insentif masing-masing Rp 1 juta. Pekaseh sebanyak 42 orang masing-masing mendapat Rp 2 juta perbulan. Serta untuk pangliman sebanyak 144 orang mendapat masing-masing Rp 900 ribu.

Untuk BPJS pemangku, pekaseh, serta bendesa yang mendapat BPJS hanya yang bersangkutan, sementara istrinya tidak ditanggung. "Kalau istrinya mau ikut dipersilahkan, nanti tinggal potong insentif," katanya.

Untuk pemberian punia maupun insentif ini, tahun 2020 pihaknya menyediakan anggaran masing-masing Rp 438.900.000 untuk penua pecalang, Rp 840.000.000 untuk bendesa, Rp 4.320.000.000 untuk kelian adat, Rp 1.008.000.000 untuk pekaseh, Rp 1.555.200.000 untuk pangliman, Rp 5.448.000.000 untuk sulinggih, serta Rp 1.872.000.000 untuk pemangku.

Sehingga total anggaran untuk punia maupun insentif ini sebanyak Rp 15.482.100.000. "Untuk sementara, itu yang bisa diberikan Pemkot sesuai kedudukannya di masyarakat," katanya.

(bx/bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia