Rabu, 26 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

ANEH, Mutasi di Karangasem, Dilantik 64, SK Mutasi 79 Orang

13 Januari 2020, 19: 15: 00 WIB | editor : I Putu Suyatra

ANEH, Mutasi di Karangasem, Dilantik 64, SK Mutasi 79 Orang

MUTASI ASN: Suasana di wantilan Kantor Bupati Karangasem usai pelantikan ASN yang dimutasi, Selasa (7/1) malam lalu. (ISTIMEWA)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri melantik 64 aparatur sipil negara (ASN) yang terkena mutasi awal tahun, Selasa (7/1) lalu sekitar pukul 23.00. Pelantikan tersebut sebagai tindaklanjut imbauan Bawaslu RI kepada bupati dan wakil bupati untuk tidak melakukan mutasi ASN mulai 8 Januari 2020.

Pelantikan yang digelar mendadak itu menyisakan pertanyaan di kalangan abdi negara. Ini lantaran jumlah pejabat yang dikukuhkan saat pelantikan berbeda dengan jumlah nama yang dikeluarkan dalam surat keputusan (SK). Dalam surat undangan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat administrasi Pemkab Karangasem, ada 64 nama ASN yang terlampir. 

Setelah itu, keluarlah SK Bupati tentang mutasi yang di dalamnya terlampir 79 nama ASN. Berarti ada penambahan 15 orang atau selisih jumlah pada surat undangan dengan SK. Anehnya lagi, ada beberapa nama pejabat yang terlampir dalam undangan pelantikan namun tidak tercantum dalam SK Mutasi Nomor 14/HK/2020 itu. 

Penjabat Sekda Karangasem I Gede Darmawa mengaku tidak tahu soal selisih jumlah nama yang ada pada surat undangan mutasi dengan SK. Gede Darmawa juga menegaskan dirinya tidak ada menandatangani SK mutasi.

Padahal paraf birokrat asal Kubu yang juga Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) itu tercantum pada surat undangan pelantikan. Saat ditelpon awak media, Senin (13/1) kemarin, Darmawa mengaku masih berada di Denpasar. "Coba tanyakan ke BKPSDM ya," sarannya. 

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karangasem I Gusti Gede Rinceg menjelaskan, adanya selisih pada kedua surat tersebut karena pemanggilan para ASN yang dimutasi terus dilakukan berulang kali via telepon. Sehingga 64 orang itu bersedia dilakukan pengambilan sumpah.

Sedangkan 79 orang ASN adalah daftar sah pegawai yang dimutasi. Meski begitu, kejelasan soal posisi penempatan melalui SK baru diketahui oleh ASN sehari setelah pelantikan. Yang jadi pertanyaan, ada beberapa nama yang awalnya diundang dalam pelantikan, namun dalam SK justru tidak tercantum.

"Ada beberapa yang memang tidak jadi digeser (dimutasi). Salah satunya ada camat yang rencananya dilakukan mutasi, tapi atas dasar pertimbangan Baperjakat dan bupati, akhirnya diminta untuk tidak digeser. Tidak mungkin juga malam itu, kami langsung buat SK mutasi karena pelantikannya malam," tukas mantan Sekretaris Inspektorat Karangasem itu. 

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia