Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Balinese

Kayu Jelema di Pura Bayuh Desa Nyambu Diyakini Bisa Sembuhkan Lumpuh

13 Januari 2020, 20: 33: 52 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kayu Jelema di Pura Bayuh Desa Nyambu Diyakini Bisa Sembuhkan Lumpuh

KULIT : Bekas kulit pohon yang diiris untuk dicari babakannya sebagai boreh. (AGUS SUECA MERTA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS, Di areal jaba sisi Pura Bayuh di Banjar Kubayan, Desa Nyambu, Kediri, Tabanan, ada pohon punya khasiat khusus yang dinamai pohon Kayu Jelema.

Pohon yang tidak diketahui oleh warga namanya ini, akhirnya  diberi nama Kayu Jelema (pohon manusia), karena getahnya yang berwarna merah seperti darah. Irisan kulit kayu dan getahnya dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Pohon ini terbilang unik,  tidak pernah punya tunas atau berbuah, sehingga semenjak diketahui sekitar setengah abad lalu, pohon ini hanya ada satu saja sampai sekarang.  Jro Mangku I Nyoman Triana, 54, mengatakan, kawasan Pura Bayuh yang diempo 80 Kepala Keluarga (KK) ini, masih berupa tegalan dengan banyak pohon.

Kayu Jelema di Pura Bayuh Desa Nyambu Diyakini Bisa Sembuhkan Lumpuh

Mangku I Ketut Sendog. (AGUS SUECA MERTA/BALI EXPRESS)

Khusus untuk Kayu Jelema,lanjutnya, diikatkan saput poleng (kain hitam-putih). “Ida Ratu Mas Mecaling dianggap sebagai nama Bathara yang malinggih di pohon yang di bagian atas cabangnya sudah patah,” ujarnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), akhir pekan kemarin.
Pemangku Pura Bayuh, Jro Mangku I Ketut Sendog, 78, didampingi Jro Mangku I Nyoman Triana, mengatakan, pohon Kayu Jelema sangat jarang ada dan  tidak banyak diketahui keberadaanya.


Jarangnya ada Kayu Jelema yang diketahui, lanjutnya, membuat banyak orang datang ke Pura Bayuh nunas tamba (meminta obat) dari babakan (irisan kulit kayu) dari Kayu Jelema di Pura Bayuh . “ Kayu Jelama ini diyakini sebagai obat dari berbagai penyakit,” terang Jro Mangku I Ketut Sendog.

Pamedek yang datang untuk meminta babakan agar bisa dijadikan boreh (lulur) membawa pajati ataupun canang sari. Pamedek  disarankan mencari pemangku pura, jika ingin nunas tamba, sebab area sekitar pohon dianggap tenget (angker).

Kayu Jelema di Pura Bayuh Desa Nyambu Diyakini Bisa Sembuhkan Lumpuh

KAYU: Kayu Jelema di Pura Bayuh dililit saput poleng, kulitnya diyakini bisa sembuhkan penyakit. (AGUS SUECA MERTA/BALI EXPRESS)

Jro Mangku I Ketut Sendog  menuturkan pernah melihat ada ular   di pepohonan sekitar kayu jelema. “Dahulu ada yang mencari kayu bakar, tiba-tiba dikembalikan lagi dan di atas kayu yang diambil ditaruh  canang sari,” timpal Jro Mangku I Nyoman Triana.


“Pura Bayuh  mempunyai enam pemangku, karena setiap palinggih di pura diamong (ditangani) satu pemangku. Namun ada pamucuknya (pemimpin) juga, yakni Mangku Ketut Wardana,” tambah Jro Mangku I Nyoman Triana.


Ditambahkannya, pamedek yang datang  sebagian besar karena mendapat petunjuk dari Balian atau tokoh usadha ( pengobatan ). "Balian biasanya memberi petunjuk agar pamedek mencari Kayu Jelama, yakni pohon yang bergetah seperti darah," paparnya.


Salah seorang pamedek dari luar  Desa Nyambu, mengaku kepada Mangku I Nyoman Triana, tahu keberadaan Kayu Jelema setelah mencari-cari informasi dari berbagai tempat.


Jro Mangku I Ketut Sendog mengatakan, kesembuhan yang paling fenomenal yang
diketahui setelah menggunakan boreh Kayu Jelema, seorang pamedek yang lumpuh bisa sembuh. Membuat boreh dari irisan kulit kayu sangat sederhana, cukup menambah air irisan yang sudah dihaluskan, kemudian adonannya  dibalurkan ke area tubuh yang sakit. Setiap kali mencari irisan kulit kayu, pemangku hanya mencari rata-rata tiga irisan saja. “Tidak semua area pohon bisa diiris kulitnya, hanya pada bagian bawah dekat akar saja. Kalau bagian atas itu getahnya berwarna putih, tidak merah,” terangnya.


Jro Mangku I Ketut Sendog  mengakui, tidak hanya penyakit lumpuh, penyakit lain pun juga bisa. Untuk penyakit yang tergolong keras, lanjutnya, pamedek sering kali nunas babakan kayu jelema beberapa kali sampai sembuh. “Jadi, setiap nunas harus bawa pajati atau canang sari lagi, dan tetap ingat cari pemangku,” ucap Jro  Mangku I Nyoman Triana.

Kayu Jelema di Pura Bayuh Desa Nyambu Diyakini Bisa Sembuhkan Lumpuh

Mangku I Nyoman Triana. (AGUS SUECA MERTA/BALI EXPRESS)

Area dekat pohon Kayu Jelema diangap angker. Konon menurut tetua dahulu, kawasan pura adalah pasar yang ramai. Pasar gaib itu dimiliki oleh Ida Ratu Mas Mecaling. Keberadaan pasar gaib itu membuat kayu atau apapun di area jaba sisi Pura Bayuh tidak boleh dimanfaatkan untuk keperluan di luar kepentingan pura. “Sempat dahulu mau jual kayunya, dan seorang pembeli sepakat dan membayarnya. Namun, sampai sekarang pembelinya tidak pernah datang untuk menebang pohon yang sudah dibeli itu. Padahal sudah enam bulan berlalu. Akhirnya uang itu jadi punia untuk Pura Bayuh,” beber Jro Mangku I Nyoman Triana.


Selain pasar gaib, lanjutnya, di  area Pura Bayuh  terdapat rencang (sosok penjaga gaib ) berupa ular, wong samar, trenggiling, hingga macan. Pura Bayuh  juga dianggap cocok untuk menjadi tempat nunas terang (doa meminta agar tidak hujan), bila ada upacara. Caranya juga tidak ruet. Sarananya berupa banten pajati, ditambah dengan membakar kayu di tempat khusus di tengah area utamaning mandala. “Biasanya sidhi (merestui) beliau untuk nunas terang di sini,” aku  Jro Mangku I Nyoman Triana.


Pura yang piodalanya jatuh pada Purnama setelah Redite Kliwon Pujut itu, memiliki beberapa palinggih. Area utamaning mandala terdiri dari Gedong Ratu Gede Putus, Gedong Ratu Biyang, Palinggih Ida Ratu Gede, Palinggih Ida Ratu Nyoman Buta Aya. Selanjutnya ada  Palinggih Ida Ratu Ayu, Palinggih Ida Ratu Nyoman Lingsir.


Di madyaning mandala terdapat Palinggih Ida Ratu Nyoman Pengadangan dan Palinggih Ida Ratu Nyoman Bulitan. Sedangkan di jaba sisi atau nistaning mandala terdapat Palinggih Ratu Mas Mecaling yang ada di pohon Kayu Jelema.

(bx/sue/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia