Minggu, 23 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Putusan Ashari Inkrah, BPD Celukan Bawang Diminta Proses PAW

13 Januari 2020, 20: 34: 13 WIB | editor : Nyoman Suarna

Putusan Ashari Inkrah, BPD Celukan Bawang Diminta Proses PAW

PILKEL : Muhammad Ashari menyalurkan hak suaranya dalam Pilkel serentak di Desa Celukan Bawang pada 31 Oktober 2019 dan berhasil memenangkan Pilkel Celukan Bawang. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Pemberhentian tetap Muhammad Ashari sebagai Perbekel Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak segera diproses Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD). Langkah pemberhentian definitif ini dilakukan setelah kasusnya berkekuatan hukum tetap.

Kepala DPMD Buleleng, Made Subur, saat dikonfirmasi, Senin (13/1) menjelaskan, Selasa (14/1) pihaknya menugaskan salah seorang staf-nya untuk berangkat ke Pengadilan Tipikor Denpasar. Penugasan ini untuk mengambil salinan putusan yang menyatakan Ashari terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi pembangunan kantor Desa Celukan Bawang dan divonis 15 bulan penjara.

"Besok (Selasa, Red) kami ambil salinan putusannya. Berdasarkan salinan putusan itu, akan kami sampaikan ke bupati Buleleng untuk pemberhentian secara definitif. Sambil berproses, kami juga bersurat ke BPD Celukan Bawang untuk proses PAW," ujar Subur.

Selanjutnya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Celukan Bawang memiliki kewajiban untuk melakukan proses pergantian antar waktu (PAW) Perbekel Desa Celukan Bawang. Apakah melalui voting atau musyawarah (memilih PAW).

Namun, untuk hemat biaya, pihaknya menyarankan BPD cukup dengan mengundang perwakilan masyarakat, dadia, kelompok masyarakat, dengan dihadiri para calon. Nanti para calon menyampaikan visi misi.

Pihaknya mengklaim telah menyelesaikan draft pemberhentian Ashari sebagai perbekel sudah dibuat.  “Targetnya, proses pemberhentian Ashari sudah tuntas satu minggu ke depan, pasca salinan putusan diterima,” pungkasnya.

Sementara Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng, Wayan Genip mengaku, sudah melakukan eksekusi terhadap putusan pengadilan Tipikor Denpasar yang telah memiliki kekuatan hukum tetap atas kasus yang menjerat Ashari. Terpidana Ashari, sebut Genip, sudah berada di Lapas Kelas IIB Singaraja untuk menjalani masa penahanan.

"Kami sudah eksekusi terhadap putusan yang sudah inkrah. Eksekusi badan 6 Januari. Dalam putusan disebutkan, ada uang pengganti (sitaan) sebesar Rp 39.160.000.  Uang itu sudah diserahkan oleh terpidana dan kami setor ke kas negara pada 8 Januari. Kalau denda Rp 50 juta, oleh terpidana belum dibayarkan. Kalau tidak bayar, maka akan ada tambahan hukuman penjara," pungkas Genip.

Sebelumnya, sehari setelah Ashari diberhentikan sementara, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Denpasar menyatakan Ashari terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi pembangunan kantor Desa Celukan Bawang dan divonis selama satu tahun lebih tiga bulan penjara.

Putusan ini dibacakan, Rabu (18/12). Ketua Majelis Hakim Esthar Oktaviani menyatakan, terdakwa Ashari tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana pada Dakwaan Primair. Selanjutnya, membebaskan terdakwa oleh karenanya dari Dakwaan Primair.

Sedangkan pada dakwaan subsider, Majelis Hakim menganggap terdakwa Muhammad Ashari terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama secara berlanjut. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 3 (tiga) bulan, dan pidana denda sebesar Rp 50.000.000. Apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan.

Bahkan, majelis hakim menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa membayar uang sebesar Rp 39.160.000. Jika terdakwa tidak membayar dalam jangka waktu 1 bulan setelah putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dijual lelang untuk membayar uang pengganti tersebut.  Jika terdakwa tidak memiliki harta yang cukup, maka dipidana penjara selama 6 bulan.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia