Rabu, 26 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

BPN Buleleng Batalkan SHM, Warga Bungkulan Sambut Gembira

13 Januari 2020, 22: 10: 45 WIB | editor : Nyoman Suarna

BPN Buleleng Batalkan SHM, Warga Bungkulan Sambut Gembira

TUNJUKKAN SK: Warga Desa Bungkulan menunjukkan Surat Keputusan Kakanwil BPN Bali yang membatalkan SHM milik Perbekel Kusuma Ardana, Senin (13/1). (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, masyarakat Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan akhirnya berhasil merebut kembali lahan yang sempat disertifikatkan Perbekel Bungkulan I Ketut Kusuma Ardana. Bukti itu diperkuat dengan dibatalkannya sertifikat hak milik (SHM) nomor 2426/Desa Bungkulan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Kepala BPN Buleleng I Komang Wedana menjelaskan, pembatalan SHM yang tertuang dalam surat keputusan nomor bernomor 0010/Pbt/BPN.51/I/2020, dilakukan karena dinilai cacat administrasi. BPN Buleleng pun telah melakukan pencoretan daftar isian, berupa buku tanah dan surat ukur. Bahkan, pihaknya juga telah menginformasikan keputusan tersebut kepada masyarakat Desa Bungkulan dan Perbekel Kusuma Ardana.

Sejatinya, warga Desa Bungkulan keberatan atas terbitnya dua sertifikat nomor 2426 dan 2427 atas nama Perbekel Ardana. Lahan yang telah disertifikatkan Kusuma Ardana pada Prona tahun 2013 lalu itu sejatinya digunakan untuk fasilitas umum, seperti lapangan sepak bola, dan Puskemas Pembantu I Desa Bungkulan.

Hanya saja, Kakanwil BPN Bali baru dapat membatalkan SHM Nomor 2426 yang kini dimanfaatkan sebagai Puskemas Pembantu I Bungkulan. Sedangkan SHM Nomor 2427 yang kini dimanfaatkan sebagai lapangan sepak bola, proses pembatalannya masih dikonsultasikan ke pusat, karena sertifikat tersebut saat ini telah digadaikan sang perbekel.

Lalu bagaimana jika Perbekel Ardana tidak terima atas pembatalan SHM ini? Dijelaskan Wedana, perbekel bisa menggugatnya ke PTUN. Pihaknya pun mengaku siap bila keputusan ini digugat. Karena sebelum mengeluarkan SK, Wedana dengan tegas mengklaim dirinya sudah mempelajarai tahapan-tahapannya secara cermat dan hati-hati.

“Jadi, dengan dibatalkannya SHM ini, maka tanah tersebut statusnya kembali seperti semula, sebelum bersertifikat. Siapa yang paling berhak, silakan mengajukan permohonan yang baru,” jelasnya saat dikonfirmasi pada Senin (13/1) siang.

Atas pembatalan SHM milik perbekel, salah satu tokoh masyarakat Desa Bungkulan, Ketut Sumardana mengaku bersyukur. Pasalnya, dia menilai lahan dengan total luas kurang lebih 1 hektare itu statusnya adalah tanah pekarangan desa (PKD).

Langkah selanjutnya, Sumardana menyebut Prajuru Adat Desa Bungkulan akan segera mensertifikatkan lahan tersebut setelah berhasil direbut kembali oleh warga. Pihaknya berharap lahan ini tetap bisa dimanfaatkan untuk lapangan sepak bola dan Puskemas.

Terpisah, Perbekel Ardana beberapa kali berusaha dihubungi melalui sambungan telepon pada Senin petang. Namun hingga berita ini diturunkan, Perbekel Ardana tidak mengangkat telepon koran Bali Express (Jawa Pos Group).

Seperti diketahui, sejumlah warga Desa Bungkulan sempat mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Buleleng, pada Oktober 2019 lalu. Kala itu, mereka meminta BPN Buleleng segera melakukan pencabutan sertifikat dua bidang tanah fasilitas umum (fasum) yakni, lapangan sepakbola dan Pustu Desa Bungkulan yang terbit atas nama I Ketut Kusuma Ardana melalui Prona tahun 2013 lalu.

Menindaklanjuti sengketa, pihak BPN Buleleng langsung turun melakukan pemeriksaan data fisik dan data yuridis terkait dua bidang lahan tersebut. Nah, saat ini, hasil pemeriksaan tersebut sudah dikirim ke Kanwil BPN Provinsi Bali.

Hasil analisa dikirim ke Kanwil BPN Provinsi Bali merekomendasikan membatalkan sertifikat yang diterbitkan melalui program prona, yakni SHM No. 2426, dan SHM No. 2427, atas nama Ketut Kusuma Ardana. Upaya pembatalan sertifikat itu lantaran para penyanding tanda batas melakukan penarikan pernyataan dan tanda tangan.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia