Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Setubuhi Gadis Telantar di Seririt, Pekak Leong Berlagak Seperti Artis

14 Januari 2020, 19: 40: 57 WIB | editor : Nyoman Suarna

Setubuhi Gadis Telantar di Seririt, Pekak Leong Berlagak Seperti Artis

ARTIS : Putu Suardana alias Pekak Leong, 63, pelaku persetubuhan terhadap gadis di bawah umur mengangkat kedua tangannya bak artis setelah ditetapkan jadi tersangka. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Putu Suardana alias Leong, 63, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus persetubuhan di bawah umur oleh kepolisian. Warga asal Desa Mayong, Kecamatan Seririt ini nekat menyetubuhi gadis di bawah umur, sebut saja Mawar, 12, yang masih tetangganya hingga lebih dari sekali dalam kurun waktu September hingga Desember 2019.

Ditemui di Mapolres Buleleng, Selasa (14/1), Leong seolah tidak ada penyesalan saat digelandang polisi. Ia tampak cengar-cengir santai di depan awak media. Bahkan beberapa kali terlihat mengacungkan jempolnya layaknya artis yang diliput media.

Kepada awak media Leong berdalih merasa kasihan dengan korban yang telantar, karena kedua orang tuanya telah bercerai. Karena merasa prihatin, Leong sempat kepikiran untuk menikahi Mawar setelah tamat sekolah nanti.

“Dia (korban, Red) kan anak telantar, saya  kasihan. Makanya kasi makan, kadang nginep di rumah. Saya tidak maksa. Selanjutnya gak terasa sudah saya sampai begitu (menyetubuhi Bunga, red). Gak setiap hari, paling cuma seminggu," aku Leong.

Sementara dikonfirmasi seizin Kapolres Buleleng, Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto mengatakan, kasus persetubuhan yang dilakukan Pekak Leong ini terungkap dari kecurigaan orangtua Mawar berinisial PS. Ia curiga karena kerap melihat Mawar membawa uang dengan jumlah yang besar.

Saat ditanya darimana korban mendapat uang, Mawar justru memberikan pengakuan mengejutkan. Ia mengaku mendapat uang tersebut dari Pekak Leong usai disetubuhi. Kontan saja, pengakuan polos korban bak mimpi di siang bolong hingga membuat orangtuanya meradang.

Geram atas ulah pelaku terhadap anaknya, PS pun melaporkan aksi persetubuhan ini ke Mapolres Buleleng. Hingga akhirnya berdasarkan hasil penyelidikan, Leong berhasil diamankan polisi pada 8 Januari 2020. Dari keterangannya, Leong telah mengakui perbuatannya sehingga ditetapkan sebagai tersangka pada 9 Januari 2020 lalu.

Selain menetapkan Pekak Leong sebagai tersangka, Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng sudah mengantongi hasil visum terhadap korban. Dari hasil visum, vagina korban ditemukan ada luka robek lama di selaput dara. Polisi juga sudah menggali sejumlah keterangan dari beberapa saksi-saksi yang juga menguatkan perbuatan bejat tersangka.

"Persetubuhannya dilakukan di rumah korban saat dalam keadaan sepi. Dari hasil pemeriksaan, itu dilakukan lebih dari sekali. Setiap selesai disetubuhi, korban selalu diberikan uang secara bervariasi mulai dari Rp100 ribu sampai dengan Rp200 ribu," ungkap AKP Vicky.

Imbuh AKP Vicky, saat ini korban masih mengalami sedikit trauma. Bahkan, korban juga sudah mendapatkan pendampingan dari tim perlindungan anak. "Dari hasil pemeriksaan, korban tidak hamil. Saat ini korban memang dalam kondisi sedikit trauma, tapi korban tetap bersekolah," pungkas AKP Vicky.

Atas ulahnya, kini tersangka Leong terancam dijerat dengan Pasal 81 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia