Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Gigit Warga Cempaga, Khawatir Rabies, Sampel Anjing Dibawa ke Lab

14 Januari 2020, 21: 19: 41 WIB | editor : Nyoman Suarna

Gigit Warga Cempaga, Khawatir Rabies, Sampel Anjing Dibawa ke Lab

ilustrasi (DOK.JAWA POS)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS- Seekor anjing liar menggigit dua warga di Kelurahan Cempaga, Bangli, Senin (13/1) malam. Khawatir rabies, anjing itu pun dibunuh. Sampel otaknya dibawa ke BBVet untuk diuji lab. “Besok (Rabu) baru ada hasil,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli drh. Ni Nyoman Sri Rahayu, Selasa (14/1).

Secara kasat mata, menurut Sri Rahayu, anjing liar beranak yang menggigit warga bernama Anak Agung Ngurah Agung di bagian betis, dan Dayu Biang di pahanya itu sebenarnya tidak menunjukkan tanda-tanda rabies. Misalnya takut sinar atau tanda lain. Namun diputuskan anjingnya dibunuh untuk memastikan apakah rabies atau tidak.

Sebagai antisipasi, petugas juga melakukan eliminasi dua ekor anjing liar di wilayah kasus gigitan. Anjing yang dieliminasi ini dicurigai sempat kontak dengan anjing tersebut. “Anak anjingnya belum ditemukan,” jelas Sri Rahayu. Ia menyebutkan, kedua warga tersebut digigit saat melintas di selatan patung pedanda, wilayah Kelurahan Cempaga.

Sekadar mengingatkan, anjing rabies di Bangli terakhir kali ditemukan di Desa Songan, Kecamatan Kintamani pada pertengahan 2019. Seekor anjing liar itu dipastikan positif rabies berawal dari menggigit delapan orang di Desa Songan pada Minggu (14/12/2019).  Setelah sampel otaknya dibawa diuji lab, dipastikan positif rabies.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia