Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Bangbang Gde Wisma Tutup Usia, Usai Susun Kalender Hingga Tahun 2100

14 Januari 2020, 21: 56: 21 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bangbang Gde Wisma Tutup Usia, Usai Susun Kalender Hingga Tahun 2100

KALENDER : Anak keempat penyusun kalender I Bangbang Gde Wisma, menunjukkan foto almarhum semasih hidup, Selasa (14/1). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Penyusun kalender I Bangbang Gde Wisma tutup usia, Sabtu (11/1). Penyusun kalender asal Banjar Cemenggaon, Desa Celuk, Kecamatan Sukawati itu tutup usia setelah lama menahan sakit. Untuk prosesi pemakaman akan dilaksanakan di setra setempat, Sabtu (18/1) mendatang.

Saat ditemui di rumah duka, anak keempat almarhum I Ketut Bangbang Sparsadnyana menyampaikan, ayahnya sudah lama menderita sakit karena factor usia. Sejak dua tahun lalu, penyusun kalender itu sudah mengalami gangguan penglihatan. “Sejak tidak bisa melihat, bapak cukup frustrasi. Selain itu, bapak juga sering kesulitan makan sehingga beberapa kali harus opname,” jelasnya, Selasa (14/1).

Akhirnya Bangbang Gde Wisma menghembuskan napas terakhir saat tidur di rumahnya, Sabtu (11/1). Almarhum sempat dilarikan ke rumah sakit Ari Canti Mas Ubud. “ Di rumah sakit bapak langsung dipastikan sudah meninggal,” kenangnya.

Sampai saat ini, lanjutnya, jenasah masih di rumah sakit, belum bisa dipulangkan ke rumah duka karena sedang ada upacara di Pura Dalem Cemenggaon. “Sedang ada piodalan di pura, sehingga belum bisa melakukan prosesi penguburan. Upacara penguburan dilakukan Sabtu mendatang,” imbuhnya.

Bangbang Sparsadnyana mengatakan, jenazah almarhum akan dikubur di setra adat setempat, karena sesuai peraturan adat di Cemenggaon, tidak boleh ngaben selain pemangku kahyangan dan pemangku manca.

Saat ini almarhum meninggalkan tujuh orang anak dan 16 cucu. “Pesan yang selalu disampaikan, agar keluarga selalu bersatu, harus saling menghormati karena keluarga tidak akan pernah putus,” tandasnya.

Diketahui, Bangbang Gde Wisma sudah merampungkan konsep kalender hingga tahun 2100. Bangbang Sparsadnyana mengisahkan kemampuan membuat kalender, pertama kali didapat dari kakeknya, Wayan Bangbang Gede Geriya saat menjadi penyeroan di griya setempat. Dikatakan, saat itu penguasaan wariga dan dewasa ayu ini belum tertuang dalam kalender.

Seiring berjalannya waktu, pengetahuan sang kakek secara otomatis diturunkan kepada anaknya yakni Bangbang Gde Wisma. Melalui generasi yang kedua inilah, segala pengetahuan tentang wariga ini dikukuhkan dalam bentuk kalender. Namun hal tersebut bukan berdasarkan keinginan Bangbang Gde Wisma, melainkan karena desakan keluarga dan saudara terdekat. 

 “Dulu bapak punya banyak waktu untuk memikirkan rumus-rumus kalender ini, sehingga dalam sebulan bisa mengonsep 2 tahun kalender. Tapi tidak selamanya seperti itu, karena bapak bekerja sesuai keinginannya,” imbuh dia.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia