Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

KNKT Turun Tangan, Selidiki Kebakaran di Bandara Ngurah Rai

14 Januari 2020, 22: 59: 12 WIB | editor : Nyoman Suarna

KNKT Turun Tangan, Selidiki Kebakaran di Bandara Ngurah Rai

BUS BANDARA : Bus penumpang di Bandara Ngurah Rai yang terbakar, Jumat (10/1). (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BADUNG, BALI EXPRESS - Kebakaran bus yang terjadi di Bandara Ngurah Rai membuat Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Polsek KP3 Bandara Ngurah Rai akhirnya turun tangan. Menurut informasi, dalam lima bulan terakhir, ada sekitar empat bus penumpang yang terbakar.

Masruri yang merupakan salah satu tim investigator KNKT mengatakan, tim KNKT turun tangan karena kebakaran bus ini terjadi di beberapa bandara di Indonesia. Oleh karena hal ini, Masruri mengatakan, proses investigasi sedang berlangsung.

Pihak KNKT tidak menghendaki kejadian yang lebih besar terjadi setelah kejadian ini. “Kebakaran ini tidak hanya terjadi di Denpasar. Karena itu kami investigasi. Kami ingin tahu ada apa sih sebetulnya, dan penanganannya seperti apa. Apa sudah cukup atau belum,” ujar Masrusi saat dikonfirmasi, Selasa (14/1).

Bus penumpang yang terbakar tersebut rentan menyebar ke kendaraan lainnya yaitu  pesawat yang masih satu lingkup dengan kawasan bandara. Potensi kebakaran tersebut bisa menelan korban jiwa. Hal ini yang harus diminimalisasi dan menjadi atensi KNKT.

“Kami juga harus melihat ke depan. Seyogyanya, apakah ada perbaikan pengendalian pergerakan mobil karena di apron itu kan sangat rentan kebakaran. Kalau kebakaran terjadi, bisa merambah ke pesawat, dan ini menjadi penting karena keselamatan operasi pesawat maupun kendaraan yang bergerak mengangkut orang. Itu perlu dilindungi dengan baik,” ujar Masrusi 

Masrusi juga menyatakan bahwa kebakaran bus milik PT Gapura Angkasa, Jumat (10/1), menjadi salah satu alat bukti.  KNKT masih mengumpulkan data penyebab kebakaran. Investigasi sedang berlangsung dan KNTK sedang mengumpulkan bukti. Sesegera mungkin hasilnya akan diungkap.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, polisi juga mengusut kebakaran tersebut dengan adanya dugaan unsur kelalaian. “Polisi akan mengusut, apakah ada unsur pidana atau kelalaian, sabotase dan lain sebagainya. Kalau hasil investigasi ditemukan, ke mana proses hukum dilanjutkan?” ujar Kapolsek KP3 Bandara Ngurah Rai Kompol Agung Budiarto saat dihubungi, Selasa.

Agung juga mengatakan bahwa proses penyelidikan kebakaran masih berlangsung. Polisi baru saja melakukan uji forensik di labfor atas kebakan bus tersebut. Setelah hasil labfor keluar, polisi akan memintai keterangan sejumlah pihak yang terkait seperti keterangan sopir atau driver.  

Sementara itu, Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali Nusra, Elfi Amir mengatakan, pihaknya telah menyerahkan proses investigasi ini kepada KNKT dan polisi. "Kami tidak membikin hasil investigasi. Karena langsung ditangani KP3 dan KNKT,” ujar Elfi yang juga masih belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut. 

Elfi juga telah mengeluarkan empat rekomendasi kepada PT Gapura Angkasa atas kebakaran bus sebelumnnya. "Empat rekomendasi tersebut yaitu pembuatan pedoman pemeliharaan peralatan APB, mengupdate peraturan terkait peralatan GSE, meningkatkan pengetahuan personel dalam penggunaan alat kebakaran dan konsisten terhadap pedoman yang telah dibuat," ujar Elfi.

Ia juga menambahkan bahwa perawatan dan inspeksi internal harus lebih ditingkatkan. Selain itu, ia telah mengumpulkan seluruh ground handling atas kebakaran bus, Senin (13/1).

Jadi dalam pertemuan itu, diberikan rekomendasi kendaraan diperbolehkan keluar ke bengkel perusahaan untuk mendapatkan perbaikan. “Kendaraan boleh diizinkan keluar PO (perusahaan oto) untuk perbaikan. Selama ini perbaikan di dalam bandara tidak optimal,” ujar Elfi yang berpendapat bahwa perawatan di bandara belum maksimal.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia