Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

KKD 2020 Rendah, Dewan Karangasem Dorong Optimalkan Pendapatan

14 Januari 2020, 23: 25: 06 WIB | editor : Nyoman Suarna

KKD 2020 Rendah, Dewan Karangasem Dorong Optimalkan Pendapatan

ALOT: Suasana rapat gabungan komisi DPRD Karangasem berlangsung alot pada Selasa (14/1). (HUMAS DPRD KARANGASEM FOR BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karangasem mendorong pemerintah kabupaten mengoptimalkan sektor pendapatan, seperti sektor galian bukan logam (galian C), pariwisata, dan yang lain. Ini untuk meningkatkan kembali kemampuan keuangan daerah (KKD) pada 2021 mendatang.

Untuk diketahui, KKD pada 2020 ini dipastikan rendah akibat menurunnya pendapatan daerah terhitung sejak 2018. Penurunan ini dikhawatirkan berimbas terhadap belanja daerah. Dewan mendorong KKD 2021 berada pada kategori sedang.

Atas kondisi itu, dewan Karangasem pun menggelar rapat gabungan, Selasa (14/1). Rapat dipimpin Ketua DPRD I Gede Dana beserta Wakil Ketua I Nengah Sumardi dan I Wayan Parka. Rapat juga menghadirkan semua komisi di dewan. Sedangkan dari eksekutif, hadir Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) I Gede Darmawa, dan Kepala Badan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem I Made Sujana Erawan.

Dalam rapat yang berlangsung alot tersebut, anggota dewan Karangasem I Nyoman Winata memandang perlu ada ketegasan dari BPKAD dalam memungut pajak, misalnya di sektor galian C yang selama ini dinilai banyak mengalami kebocoran. “Seperti kebocoran di portal. Kebocoran pada faktur pajak,” sebut Winata.

Hal serupa disampaikan anggota dewan lainnya, Komang Sartika. Dia menyayangkan persoalan rendahnya KKD 2020 ini justru tidak dilaporkan kepada DPRD. “Etikanya di mana? Kami yang menganggarkan, kami yang terkena. Semestinya eksekutif bilang dong pada saat itu, sehingga kami bisa mencari jalan keluarnya bersama,” ujar politisi Golkar asal Kubu itu.

Sedangkan Wayan Tama, anggota Fraksi Golkar menyebut, sejumlah obyek wisata juga belum digarap maksimal, seperti keberadaan ribuan kunjungan ke Pura Lempuyang. Begitu juga dengan ribuan wistawan yang menyeberang ke Lombok melalui Pelabuhan Padang Bai, tetapi belum memberikan pendapatan bagi Karangasem. “Kita punya potensi, tetapi diabaikan. Ini sudah terlambat. Kalau kita bicara lagi, sudah tidak ada artinya lagi,” sentil Tama.

Menggapi hal itu, Ketua TAPD yang juga Penjabat Sekda Karangasem I Gede Darmawa justru mengaku terkejut dengan menurunnya KKD 2020. Birokrat asal Kubu yang baru menjabat sekitar sebulan ini tak menampik KKD dipengaruhi pendapatan asli daerah (PAD). “Kami akan jamin, ke depan komunikasi dengan DPRD akan intens. Kami juga optimis, 2021 KKD akan membaik,” harapnya.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia