Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Politik

Tahapan Pilkada Masih Jauh, Gerindra Ogah Buru-buru

17 Januari 2020, 23: 12: 13 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tahapan Pilkada Masih Jauh, Gerindra Ogah Buru-buru

ilustrasi (DOK.JAWA POS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gerindra Bali rupanya tidak ingin terlalu terburu-buru menentukan sikap politik yang berkaitan dengan pilkada. Bahkan, pandangan ini juga akan disampaikan sebagai saran kepada pengurus pusatnya. Kendati baru-baru ini, pada 15 Januari 2020, DPP Gerindra mewajibkan seluruh pengurus partai yang menghadapi pilkada untuk melaporkan perkembangan terkait pilkada.

Seperti dikatakan Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPD Gerindra Bali, Made Gede Ray Misno, partainya pada dasarnya masih punya waktu yang cukup luang untuk menentukan sikap terkait dukungan maupun pencalonan dalam pilkada pada 23 September 2020 mendatang. Sebab, dari sisi tahapan di KPU, proses pendaftaran calon baru akan dilakukan pada 16 sampai 18 Juni 2020 mendatang.

“Proses pendaftaran masih jauh. Masih cukup waktu untuk partai kami menentukan sikap. Pertimbangan ini akan kami usulkan sebagai saran juga kepada DPP berbarengan dengan laporan terkait pilkada hasil pertemuan beberapa waktu lalu di DPD,” sebut Ray Misno, Jumat (17/1).

Diakui Ray Misno, sebelumnya DPD Gerindra Bali akan turun tangan bila sampai pertengahan Januari tahun ini, proses penjaringan bakal calon yang dibuka partainya sepi peminat. Di samping itu, DPP juga mewajibkan seluruh pengurus Gerindra yang di wilayahnya akan dilaksanakan pilkada untuk menyampaikan laporan pada 15 Januari 2020 lalu.

“Tapi dengan tahapan pendaftaran yang masih jauh, kami di Gerindra masih ada waktu untuk menimbang-nimbang arah dukungan dan pencalonan. PDIP yang mayoritas saja belum memunculkan calon-calonnya,” jelasnya.

Menurutnya, sampai sejauh ini pengurus DPC di enam kabupaten/kota di Bali yang berhadapan dengan pilkada masih dalam konteks membangun komunikasi politik. Baik dengan partai lainnya maupun dengan bakal calon. “Belum ada yang resmi,” imbuh Ray Misno.

Di Jembrana, kata dia, koalisi sudah terbentuk dan Gerindra tergabung di dalamnya. Tapi koalisi itu belum memunculkan calon. Selain itu, bakal calon yang bermunculan mendaftarkan dirinya ke partai. “Bukan ke koalisi,” ujar Ray Misno.

Di Tabanan, arah dukungannya cenderung ke PDIP. Demikian halnya dengan di Bangli. Meski begitu, DPC di Tabanan dan Bangli masih belum memberikan keputusan resmi. Karena PDIP sendiri belum memunculkan calonnya.

Sementara di Badung, Gerindra gabung dengan Golkar untuk berkoalisi. Lalu di Denpasar sejauh ini masih wait and see. “Kalau di Karangasem, memang Bu Mas (I GA Mas Sumatri) sudah bersurat meminta dukungan Gerindra. Tapi kami menyarankan pengurus DPC (Gerindra) di Karangasem untuk mengundang Bu Mas. Kami sarankan ada pertemuan khusus untuk membahas permohonan dukungan itu,” pungkas Ray Misno.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia