Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Balinese
Tradisi Ngerebeg di Pedawa, Buleleng (1)

Ngerebeg Berawal dari Wabah Menular, Ini Tujuannya

18 Januari 2020, 12: 37: 38 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ngerebeg Berawal dari Wabah Menular, Ini Tujuannya

RITUAL: Proses Ngerebeg di Desa Pedawa, ritual ini diawali warga Pegawa kena wabah penyakit menular. (NI MD. WIGRAYENI TRESNAYATI/BALI EXPRESS)

Share this      

Tradisi adalah kebiasaan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya secara turun temurun. Tradisi unik masih bisa berkembang dan dilestarikan sampai sekarang. Dan sangat erat kaitannya dengan keyakinan masyarakat akan ritual atau prosesi yang terbungkus dalam sebuah budaya. Seperti halnya ritual Ngerebeg di Desa Pedawa.

NI MADE WIGRAYENI TRESNAYATI, Buleleng

BALI merupakan salah satu pulau yang terkenal dengan seni dan budayanya, banyak daerah-daerah di Pulau Bali yang memiliki ciri khas yang unik dilihat dari budaya dan tradisi penduduk yang mayoritas beragama Hindu. Bali aga adalah salah satu suku di Bali, mereka menganggap diri sebagai penduduk Bali yang asli. Bali aga atau disebut juga bali pegunungan tersebar di beberapa kawasan Pulau Bali, salah satunya berada di kawasan Buleleng, Singaraja.

Salah satu Desa Bali Aga yang berada di kawasan Buleleng adalah Desa Pedawa. Desa ini berada di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, berbatasan langsung dengan desa-desa bali aga lainnya, seperti Desa Sidetapa dan Desa Cempaga, Desa Tigawasa. Desa ini berjarak sekitar 125 km dari Kota Denpasar. Perjalanan menuju Desa Pedawa dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan bermotor, seperti motor, mobil, dan angkutan umum. Jalan desa sudah dilapisi aspal sehingga mempermudah akses keluar masuk desa. Saat menuju Desa Pedawa, mata akan dimanjakan dengan pemandangan desa yang hijau, dan saat musim panen cengkih, aroma cengkih akan tercium sepanjang perjalanan. Namun harus berhati-hati saat melewati jalan menuju desa, karena jalannya sempit dan curam.

Seperti desa-desa lainnya di Bali, Desa Pedawa memiliki tradisi unik yang masih dilestarikan dan bertahan hingga sekarang. Salah satunya tradisi ngerebeg. Tradisi ngerebeg di Desa Pedawa merupakan salah satu upacara yadnya yang termasuk dalam bhuta yadnya. “Tradisi ngerebeg di sini dilaksanakan setiap lima tahun bahkan sepuluh tahun sekali, yang pelaksanaanya berdasarkan lelintih nemu gelang atau penentuannya berdasarkan kalender Desa Pedawa. Tradisi ngerebeg di Desa Pedawa upacara nanggluk merana, atau upacara pembersihan desa yang dilaksanakan sebelum nyepi desa. Nyepi di Pedawa berbeda dengan nyepi di Bali pada umumnya, jadi kita ada dua kali nyepi,” ujar Arya Wirawan, Kepala Dusun desa Pedawa.

Keyakinan masyarakat akan tradisi yang dilakukan oleh warga pada sebuah tempat, berdasarkan keyakinan akan terjadi musibah jika tradisi atau ritual tersebut tidak dilakukan, atau karena berhubungan dengan keyakinan beragama untuk penghormatan kepada Tuhan ataupun pada leluhur, sehingga menjadi sebuah budaya bagi masyarakat di Desa Pedawa.

“Kalau kepercayaan masyarakat Desa Pedawa, tradisi ngerebeg bertujuan untuk membersihkan wilayah desa dari gangguan makhluk gaib karena persembahannya untuk para bhuta kala, serta untuk memberikan keselamatan dan kesejahteraan bagi masyarakat dan lingkungan desa, kalau di sini  kita bilangnya nyomia, yang artinya menyeimbangkan,” imbuh Wayan Sukrata, salah satu tokoh agama di Desa Pedawa.

Tradisi ngerebeg oleh masyarakat Desa Pedawa dipercaya mempunyai mitos atau sejarah. “Pelaksanaan tradisi ini kalau yang saya dengar secara turun temurun, bahwa di Desa Pedawa ada musibah besar, berupa penyakit menular yang menyebar dan merengut banyak korban jiwa. Lalu berdasarkan petunjuk niskala, balian adat mendapat mimpi, agar keadaan desa membaik masyarakat harus melakukan persembahan berupa hewan yang dikurbankan,” ujar Punia, salah satu masyarakat Desa Pedawa.

“Inti dari ritual tersebut adalah berdoa kepada sang pencipta dan menyambut dewa-dewa atau sesuunan desa, sementara pada saat yang sama melawan roh-roh jahat,” imbuhnya. (bersambung)

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia