Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Politik

Hery Angligan Ambil Formulir Bakal Calon Bupati di Golkar Tabanan

19 Januari 2020, 18: 54: 51 WIB | editor : Nyoman Suarna

Hery Angligan Ambil Formulir Bakal Calon Bupati di Golkar Tabanan

AMBIL FORM : Hery Angligan mengambil formulir penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati Tabanan di Kantor DPD II Gollar Tabanan, Minggu (19/1). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Formulir pendafatan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati dari Partai Golkar untuk Pilkada Tabanan 2020 akhirnya diambil oleh I Gusti Kade Heryadi Angligan atau yang lebih akrab disapa Hery Angligan, Minggu (19/1). 

Ditemani beberapa orang saudara dan elemen pendukungnya di Banjar Bantas Tengah Kaja, Desa Selemadeg Timur, Tabanan, yang merupakan daerah asalnya, Hery Angligan datang ke kantor DPD II Golkar Tabanan dengan berpakaian olahraga usai jogging di Lapangan Alit Saputra Dangin Carik, Tabanan. Adapun formulir yang diambil adalah formulir bakal calon bupati.

Dirinya mengatakan, batal mengambil formulir, Sabtu (18/1), karena hari baik atau dewasa ayunya ternyata adalah hari Minggu (19/1). "Sebagai umat Hindu dan orang Bali, kami mencoba menyelaraskan dengan hari baik dan ternyata diberikan hari ini (Minggu,Red) untuk ambil formulir," ujarnya.

Lebih lanjut, mantan presiden direktur Hotel Indonesia Natour (Inna Hotel Group) tersebut menuturkan bahwa dirinya sudah memantapkan diri untuk mengikuti penjaringan bakal calon bupati melalui Partai Golkar yang tentunya akan berkoalisi dengan partai lain untuk bisa mengusung cabup dan cawabup pada Pilkada Tabanan 2020 nanti. "Hitung-hitungannya simpel, karena Golkar membuka kesempatan untuk non kader atau profesional yang nantinya berkoalisi dengan partai lain, seperti Nasdem dan Gerindra yang memungkinkan. Sedangkan PDIP kan sudah menggunakan kader," tegasnya.

Dengan langkahnya datang ke Kantor DPD II Golkar Tabanan untuk mengambil formulir penjaringan, maka dapat dipastikan bahwa dia tidak main-main dan sudah mantap mengikuti penjaringan. Terlebih keluarganya, mulai dari istri dan anak-anaknya sudah mendukung penuh pilihannya tersebut meskipun awalnya pilihan itu ditentang, termasuk keluarga besar Angligan. "Kalau dari diri sendiri berani datang mengambil formulir, ya tidak ada alasan untuk mundur lagi sampai nanti koalisi menentukan calon yang fix untuk Pilkada 2020 nanti, dan Pilkada ini bukan ajang untuk main-main," sambung pria yang akrab dengan komunitas-komunitas pertanian di Tabanan tersebut.

Hery Angligan menceritakan, munculnya keinginan untuk ikut kontestasi politik itu bermula saat dua hingga tiga tahun belakangan ini ada keinginan masyarakat yang selalu mengatakan ingin berubah. Ia pun berpikir bahwa Tabanan tidak akan berubah kalau masyarakatnya tidak mau berubah. Dan ketika terjadi ketidakpuasan, dirinya merasa wajar untuk ikut memperbaiki kondisi yang ada. Sampai akhirnya, sekitar tiga hingga empat bulan belakangan ini, menguat permohonan dari kawan-kawannya terutama di komunitas pertanian dan pemuda, semeton berbagai elemen agar dia maju dalam Pilkada 2020. "Akhirnya saya tergugah dengan niat untuk berbuat yang lebih baik, bukan karena sekarang tidak baik, tetapi sekarang sudah baik,  hanya saja harus jadi yang lebih baik," lanjutnya.

Dengan keputusannya tersebut, ia pun menjalani berbagai proses. Kata dia, proses ke Partai Golkar sebenarnya merupakan proses kedua, karena proses pertama sudah ada salah satu partai politik yang mencoba berdiskusi dengan dirinya yakni Partai Nasdem, namun ia akhirnya menentukan pilihan lewat partai berlambang pohon beringin tersebut. "Jadi ini bukan soal bagus dan tidak bagus. Kami bertemu berdiskusi, kemudian saya mencoba untuk mempertimbangkan lagi. Akhirnya memutuskan maju lewat Golkar. Kalau bicara sejarah ke Golkar itu memang ada, sedangkan ke Nasdem tidak ada, jadi ini masalah hati saja," imbuh Hery.

Sayangnya Hery Angligan masih enggan berbicara mengenai program-program yang akan dilakukannya apabila terpilih menjadi bupati Tabanan. Menurutnya, hal tersebut masih terlalu dini untuk dibicarakan. "Itu akan dibahas nanti oleh Partai Golkar dan koalisi, tentunya kepentingan masyarakat yang pertama. Kemudian partai, agar programnya menjadi satu garis," papar Hery Angligan.

Kendatipun demikian, ia mengatakan akan memprioritaskan sektor pertanian. Menurutnya, petani itu simple, karena petani itu orang yang taat dan patuh. Namun akan kebingungan ketika memasuki panen. Maka ia pun memikirkan konsep seperti catur warna yang terdiri dari Brahmana, Ksatria, Wesya dan Sudra.  "Katakanlah petani itu Sudra, biarkan penjualan dan pemasaran, pendistribusian dilakukan oleh Wesya, kemudian Ksatria membuat kebijakan dan warna Brahmana mendoakan serta membuat upacaranya. Jadi petani siap mengikuti semua arahan asalkan setelah panen diberikan ruang untuk dibeli bukan malah harganya dimainkan tengkulak," imbuh pria yang kini berkarir sebagai lawyer tersebut.

Di samping itu, ia melihat data lahan pertanian basah tidak aktual karena banyak terjadi alih fungsi lahan. Menurutnya, tidak apa-apa menjadi lahan kering, namun bagaimana pemerintah dapat berbuat untuk lahan kering tersebut. "Kalau tidak padi ya tanam edamame.  Edamame banyak dibutuhkan di hotel-hotel, atau sayur mayur, jadi jangan terpaku dalam satu kondisi. Kita sudah tidak mungkin mencukupi kebutuhan beras karena lahan berkurang, jadi mari kita sadari. Mari kita akui kemudian berbuat bersama," ajaknya. 

Di sisi lain, Hery Angligan tidak menamfik jika keputusannya untuk ikut kontestasi politik itu dipertanyakan oleh berbagai pihak, perihal l dana untuk 'nyalon'. Karena banyak anggapan harus memiliki modal minimal Rp 30 miliar untuk nyalon bupati. Tetapi menurutnya, anggapan itu tak sepenuhnya benar dan tak sepenuhnya salah. "Banyak yang bertanya anda siap Rp 30 miliar? Saya bilang tidak siap. Kalaupun saya punya uang, saya tidak mungkin hura-hura untuk itu. Adapun dana yang keluar, ya memang sebagai konsekuensi untuk ajang ini, tapi dana yang kurang perlu kita coba dengan metode lain. Kita ubah, kita fight untuk itu," jelasnya.

"Ada juga kesan keluarin dulu Rp 30 miliar, nanti kalau sudah menjabat 5 tahun akan dapat Rp 35 miliar. Udahlah lupakan saja, mending tidak usah menjabat kalau begitu. Kalaupun misalnya yang lain begitu, ya monggo saja. Saya tidak punya kuasa menyetop, tapi biarkan kami dengan cara berbeda dan unik, dengan keyakinan untuk memberikan warna lain," pungkasnya. 

Nantinya formulir penjaringan akan dikembalikan Hery Angligan ke kantor DPD II Golkar Tabanan dengan menunggu hari baik dan tentunya saat itu barulah ia akan ditemani oleh elemen pendukungnya lebih banyak.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia