Selasa, 07 Apr 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Pemancing Asal Negara Tenggelam di Teluk Terima, Diduga Bunuh Diri

19 Januari 2020, 19: 57: 32 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pemancing Asal Negara Tenggelam di Teluk Terima, Diduga Bunuh Diri

EVAKUASI : Petugas melakukan evakuasi terhadap jasad korban Putu Agus Yudi Ariana. (ISTIMEWA)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Nasib malang dialami Putu Agus Yudi Ariana, 34. Pria Asal Banjar Anyar, Desa Baluk, Kecamatan Negara, Jembrana ini ditemukan tewas tenggelam di Perairan Teluk Terima, Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak, Sabtu (18/1) pukul 13.00 Wita. Sebelum ditemukan tewas, korban sempat dikabarkan hilang ketika memancing di keramba apung di perairan tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban Yudi yang kesehariannya bekerja sebagai karyawan LPD Adat Baluk di wilayah Jembrana datang ke wilayah Banjar Teluk Terima, Desa Sumberklampok untuk memancing di perairan tersebut, Jumat (17/1) sekitar pukul 10.00 Wita. Korban Yudi sempat meminta bantuan salah seorang warga setempat, Ketut Nik, untuk mengantar mancing ikan di keramba apung yang ada di pos 2.

Saksi Ketut Nik pun mengantar korban ke keramba di pos 2. Namun karena di pos 2 masih ada orang yang bekerja, korban kemudian diantar menuju ke keramba pos 1. Setelah sampai di sana, korban meminta saksi Ketut Nik untuk menjemputnya pukul 17.00 Wita, untuk kembali diantar ke pos 2. Saksi Ketut Nik pun kemudian kembali ke darat.

Setelah pukul 17.00 Wita, saksi Ketut Nik menjemput korban ke pos 1 untuk diantar menuju ke pos 2. Sampai di sana, korban kembali meminta dijemput saksi sekitar pukul 22.00 Wita dan kemudian saksi Ketut Nik kembali ke darat. Pada pukul 22.00 Wita, rekan Ketut Nik yakni Wayan Suryana menjemput korban ke pos 2. Setelah sampai, saksi Suryana tidak menemukan korban.

Di lokasi pos 2, saksi Suryana hanya menemukan tas kerja, umpan, dan pancing joran milik korban Yudi yang masih terpasang di pinggir keramba. Dengan kejadian tersebut, saksi langsung menghubungi Pos Polairud Polres Buleleng sekitar pukul 22.30 Wita. Mendapatkan informasi itu, anggota Pos Polairud Polres Buleleng langsung melakukan pencarian di sekitar areal keramba apung di perairan teluk terima.

Karena saat itu suasana masih malam, pencarian secara intensif pun dilakukan Sabtu (18/1) pagi dengan melibatkan tim gabungan dari Sat Polairud Polres Buleleng, Pos SAR Buleleng, PMI Buleleng, dan warga sekitar. Tim gabungan melakukan penyisiran dengan menggunakan boat termasuk ada anggota tim melakukan penyelaman.

Akhirnya pada pukul 13.00 Wita, korban Yudi yang sebelumnya dikabarkan hilang, berhasil ditemukan di kedalaman 30,9 meter di bawah keramba apung yang berjarak hampir 800 meter dari bibir pantai. Korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia, dengan kondisi salah satu kakinya terikat di tali pemberat di keramba apung itu.

Jenazah korban Yudi pun langsung dievakuasi menuju ke darat untuk dibawa ke Puskesmas Jembrana oleh mobil ambulan PMI Buleleng. Dari hasil pemeriksaan luar oleh petugas medis di Puskesmas, di tubuh korban tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan.

Untuk sementara, diduga korban yang merupakan bapak dua orang anak ini tewas tenggelam karena bunuh diri. Hal ini diketahui, berdasarkan dari hasil temuan ditemukan tali pemberat yang terikat di kaki korban Yudi. Kendati demikian, dugaan tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Dikonfirmasi seizin Kapolres Buleleng, Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu. Gede Sumarjaya mengatakan, sebelum ditemukan tewas, korban memang dikabarkan sempat hilang. Dari laporan itu, anggota Polairud bersama tim gabungan lainnya melakukan pencarian. Hingga Sabtu (18/1) siang, korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah meninggal.

Saat dievakuasi, Sumarjaya mengaku, memang ditemukan ada tali pemberat yang di bawahnya ada beton terikat di kaki korban. Sehingga, diduga korban tewas tenggelam karena bunuh diri. Dan dari hasil medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. "Ini hanya dugaan soal bunuh diri. Sementara masih penyelidikan pihak kepolisian," kata Iptu. Sumarjaya.

Sementara disisi lain, dari pihak keluarga korban sudah menyatakan ikhlas dan menganggap kejadian ini sebagai sebuah musibah serta meminta tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. "Pihak keluarga korban sudah mengikhlaskan dan tidak akan melakukan laporan lanjutan," pungkas Iptu Sumarjaya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news