Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Balinese

Lama Tak Punya Keturunan, Coba Memohon Berkah di Pura Dalem Pucak Sari

20 Januari 2020, 07: 27: 58 WIB | editor : I Putu Suyatra

Lama Tak Punya Keturunan, Coba Memohon Berkah di Pura Dalem Pucak Sari

UTAMA: Utamaning mandala Pura Bukit Sari, Banjar Pilisan, Desa Kaba Kaba, Kediri, Tabanan. (AGUS SUECA MERTA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Pura Dalem Pucak Sari di Banjar Pilisan, Desa Kaba Kaba, Kediri, salah satu pura kuno yang adaTabanan. Banyak kisah misteri terjadi seiring usianya yang  kini tujuh abad.

Pura Dalem Pucak Sari yang juga disebut masyarakat Pura Bukit Sari ini, terlihat jelas dari arsitekturnya bahwa pura yang sangat tua.

Pemangku Pura Dalem Pucak Sari, Jro Mangku I Wayan Karsana, 53, membenarkan bahwa pura tempatnya menjadi juru sapuh itu sudah sangat tua, dan sudah didatangi  tim purbakala. Berdasarkan  penelitian oleh tim purbakala, lanjutnya, didapati bahwa Pura Bukit Sari telah berumur sekitar 700 tahun. “Katanya pura sudah ada pada masa pemerintahan Raja Dalem Waturenggong,” ujarnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group) akhir pekan kemarin.
Dikatakannya, setelah penelitian, sekitar empat tahun lalu dapat bantuan dana restorasi pura dan selanjutnya  dijadikan cagar budaya.


Semua palinggihnya memakai bata sebagai bahan utama. Penggunaan kayu sangat sedikit, hanya pada bagian penyangga atap dan pintu gedong palinggih pura saja. Yang tak kalah uniknya, wastra (kain) yang digunakan untuk di palinggih masih terbuat dari kain Gringsing. "Kain Gringsing  masih terjaga dan disimpan khusus agar awet dan tahan lama," paparnya.


Sejarah Pura Bukit Sari  tidak diketahui jelas. Dikatakan Jro Mangku I Wayan Karsana, leluhurnya hanya diutus khusus oleh Raja Cokorda Pamecutan pada masa kerajaan untuk datang ke wilayah Kerajaan Kaba Kaba. "Sesampai di Kaba Kaba, penguasa puri meminta leluhurnya untuk menjadi pemangku di Pura Bukit Sari hingga kini berlanjut," akunya. Raja Kaba Kaba pada masa itu, juga memberikan leluhur Jro Mangku I Wayan Karsana mendirikan palinggih ibu di area utamaning mandala pura, agar lebih mudah sembahyang memuja leluhur. “Saya tidak tahu bagaimana sejarah pura ini secara jelas, karena leluhur saya dahulu orang luar Kaba Kaba,” terangnya.

Lama Tak Punya Keturunan, Coba Memohon Berkah di Pura Dalem Pucak Sari

Jro Mangku I Wayan Karsana. (AGUS SUECA MERTA/BALI EXPRESS)

Pura yang piodalan jatuh pada  Saniscara Kliwon Krulut ini, dipercaya bisa memberikan anugerah untuk orang yang ingin mempunyai keturunan. Prosesnya pun unik, karena pamedek yang datang harus bersembahyang ke Pura Beten Sari. "Keterkaitan kedua pura ini, dikarenakan posisi Pura Bukit Sari sebagai purusa (suami) dan Pura Beten Sari sebagi pradana (istri), " kata Jro Mangku I Wayan Karsana.

Bila  pamedek (yang datang sembahyang) berdoa meminta anugerah keturunan, tentunya harus bersembahyang ke kedua pura. “Pertama sembahyang ke Pura Bukit Sari, kemudian baru ke Pura Beten Sari. Sarana yang dibawa adalah Pajati,” ujar pria yang menjadi pemangku sejak 25 tahun lalu itu.


Dikatakannya, hingga saat ini, orang yang datang memohon diberkati keinginannya bisa memiliki keturunan banyak yang berhasil. "Ada yang sudah bertahun-tahun tidak punya anak, kini bisa punya anak dua dan laki-laki semua. Ada pula yang mempunyai anak perempuan sudah tiga, ingin punya anak laki-laki dan doanya dikabulkan. Hasilnya anak keempat adalah pria," ujarnya.


Keberhasilan ini  karena pamedek yakin bahwa beliau berkenan mengabulkan permintaannya. “Kalau tidak yakin sejak awal, mending jangan melakukannya,  takutnya kecewa karena tidak terkabulkan,” ungkapnya.


Piodalan di pura yang diempon  40 Kepala Keluarga (KK) ini pun sangat unik. Setiap piodalan akan ada orang  karasukan (trance) dari rencang-rencang (sosok penjaga gaib) yang ada di pura. Pangempon pura pun menyiapkan sarana khusus,  mulai dari telur mentah dan telur guling.
Telur mentah disiapkan jika rencang Ida dari Palinggih Pasimpangan Pucak Batur napak ketika piodalan. Rencang berupa Naga Gombang tersebut, akan merasuki pamedek pria.


"Terlebih dulu akan ada perempuan yang menari membawa telur mentah. Selanjutnya spontan  akan ada pamedek karasukan dan mengambil telur mentah itu untuk dimakan,"papar Jro Mangku Istri Ni Wayan Lundri, 57.

Lama Tak Punya Keturunan, Coba Memohon Berkah di Pura Dalem Pucak Sari

SAKSI: Palinggih Ida Ratu Made Manik Ring Geni yang menjadi saksi pelaksanaan piodalan. Bara apinya sering dipakai oleh pamedek yang karasukan. (AGUS SUECA MERTA/BALI EXPRESS)

Ditambahkannya, jika Naga Gombang yang merasuki seseorang, maka dia bisa kebal. Pria yang karasuka itu  akan mengambil keris, kemudian ditusuk-tusukkan, juga mengambil bara api di Palinggih Ida Ratu Made Manik Ring Geni.

Palinggih Ida Ratu Made Manik Ring Geni adalah palinggih berupa tungku kayu bakar yang  berfungsi sebagai stana Dewa Agni yang menjadi upasaksi (saksi) persembahyangan. Kayu bakar akan dimasukkan dalam tungku dan dibakar selama piodalan. Api itu kemudian diambil oleh pamedek yang karasukan untuk diinjak, dipeluk dan ditendang. "Syukurlah tidak pernah ada kejadian apa, semoga tidak ada hal berbahaya yang terjadi,” ujarnya.


Jro Mangku Istri Ni Wayan Lundri menambahkan, sedangkan sarana telur guling  digunakan untuk pamedek yang karasukan Macan Selem yang jadi rencang Ida Batara Pucak Sari. Telur rebus yang kemudian dipanggang tersebut selalu disediakan ketika piodalan. "Walaupun terkadang rencang Ida tidak napak atau merasuki seorang pamedek. Lebih baik disiapkan ya, daripada jika tidak ada,” terangnya.


Selain itu, ada hal yang tidak boleh dilewatkan, yakni harus melaksanakan upacara terlebih dahulu di Palinggih Ida Ratu Gede Putus sebelum piodalan. Konon, menurut cerita yang didengar Jro Mangku I Wayan Karsana, pusat pura sebelumnya ada di nistaning mandala pura, dan keharusan itu sudah menjadi tradisi yang harus dilakukan sejak dahulu. “Ida Peranda pun kalau ada karya besar tidak mau muput, jika di Palinggih Ratu Gede Putus belum diadakan upacaranya,” ungkap Jro Mangku I Wayan Karsana.

(bx/sue/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia